SIDOARJO (RadarJatim.id) – Lonjakan arus mudik Lebaran tak hanya membawa gelombang penumpang ke berbagai simpul transportasi, tetapi juga berpotensi memicu peningkatan volume sampah.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau Terminal Purabaya, Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Minggu (15/3).
Terminal terbesar di Indonesia tersebut dipadati puluhan ribu penumpang setiap hari. Mobilitas tinggi itu membuat potensi timbulan sampah juga meningkat, terutama dari kemasan makanan dan minuman yang dibawa penumpang selama perjalanan.
Hanif menilai, sistem kebersihan dan pengelolaan sampah di terminal masih perlu banyak pembenahan, terlebih menjelang puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
“Ini terminal yang sangat besar, sehingga penanganannya tidak sederhana. Kami masih melihat banyak faktor yang harus diperbaiki, khususnya terkait kebersihan dan pengelolaan sampah,” ujar Hanif.
Menurutnya, dengan mobilitas penumpang yang mencapai sekitar 45 ribu orang keluar-masuk setiap hari, pengelolaan sampah harus dilakukan secara lebih terencana dan disiplin.
“Dengan mobilitas mencapai puluhan ribu orang per hari, pengelolaan sampah di terminal harus dilakukan dengan sistem yang lebih baik dan presisi,” katanya.
Sebagai langkah awal, Kementerian Lingkungan Hidup akan menurunkan tim penegakan hukum lingkungan untuk melakukan pemetaan dan pendataan secara detail terkait sistem pengelolaan sampah di terminal tersebut.
“Kami akan menugaskan tim penegakan hukum lingkungan untuk melakukan pemetaan secara detail,” tegasnya.
Setelah proses pemetaan dilakukan, pengelola terminal akan diberikan waktu sekitar lima bulan untuk melakukan berbagai pembenahan.
Langkah perbaikan yang dimaksud meliputi penambahan tenaga kebersihan, penyediaan fasilitas tempat sampah yang lebih memadai, hingga penataan sistem pengelolaan sampah yang lebih disiplin di area terminal.
Selain itu, pengelola juga diminta memperketat aturan bagi seluruh pengguna terminal agar lebih tertib dalam membuang sampah.
“Kalau diperlukan, pengelola terminal dapat memberikan teguran kepada siapa pun yang tidak patuh terhadap aturan pengelolaan sampah,” tambah Hanif.
Meski memberikan sejumlah catatan kritis, Hanif tetap mengapresiasi upaya pengelolaan sampah di Kota Surabaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di tingkat nasional.
Namun, menurutnya, fasilitas kebersihan di simpul transportasi besar seperti terminal tetap harus diperkuat, apalagi menjelang puncak arus mudik Lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan.
Pemerintah berharap, dengan meningkatnya pergerakan penumpang dalam beberapa hari ke depan, pengelolaan sampah di Terminal Purabaya dapat segera dibenahi sehingga lonjakan pemudik tidak diikuti lonjakan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan. (RJ/Red)






