SIDOARJO (RadarJatim.id) – Awal tahun 2025 ini SMA Negeri 1 Krian Sidoarjo telah terpilih, meraih prestasi, atau ditetapkan sebagai Role Model SRC (School Religious Cultere) oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Penghargaanya diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I didampingi Kepala Kemenag Sidoarjo Drs. Mufi Imron Rosyadi, M.E.I Kepada Kepala SMA Negeri 1 Krian, Dr. Imam Jawahir, S.Pd MM pada acara Peringatan Hari Amal Bhakti ke 79 Kementerian Agama RI, sekaligus ‘Pembinaan Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Kemenag Sidoarjo’, pada (22/1/2025) di Aula Al Ikhlas Kemenag Sidoarjo.
Menurut Kepala SMA Negeri 1 Krian Imam Jawahir, apa yang telah dilakukan sehingga sekolah berhasil ditetapkan sebagai role model SRC. Ia terangkan, kalau sekolahnya telah melakukan budaya sekolah religi yang diterapkan kepada muridnya sejak dari rumah.
“Begitu sampai di sekolah, semua murid-murid berwudlu, ngaji bareng juga berdoa bersama-sama. Untuk ngajinya satu kelas harus khatam satu juz. Karena kelasnya berjumlah 36, maka setiap hari di sekolah kami bisa khatam Al Qur’an secara rutin,” ungkap Imam Jawahir.

Sedangkan kegiatan yang lain, ada sholawatan, sema’an Al Qur’an, shalat dhuha, hingga shalat wajib juga berjamaan di masjid. “Termasuk kita budayakan Ishari (Ikatan Seni Hadrah Ripublik Indonesia). Tujuannya untuk menghidupkan kembali budaya-budaya di Indonesia yang berbasik religi,” terang Pak Imam_sapaan akrabnya.
Begitu juga untuk tahfidz Al Qur’an juga sudah rutin dilakukan, dan sudah kerjasama dengan Kemenag Sidoarjo, sehingga waktu ujian tahfidz pengujinya juga langsung dari petugas dari Kemenag Sidoarjo. “Ditambah lagi kegiatan untuk anak-anak yatim, khitanan massal itu juga sudah berjalan rutin di sekolah,” katanya.
Kegiatan semua itu adalah untuk membangun adab, akhlaq mulia, dan gerakannya dilakukan secara menyeluruh kepada peserta didik, termasuk dengan para bapak/ibu guru semuanya, sehingga yang kita harapkan adalah adabnya, akhlaq jauh lebih biak.
“Karena akhlaq anak-anak yang baik inilah akan menjadi bekal ketika mereka sudah tidak lagi duduk di bangku SMA,” harap Pak Imam.(mad)







