SIDOARJO (RadarJatim.id) — Bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun 2027. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) telah menyelenggarakan pelatihan dan coaching Pedagogi bagi guru, melalui pendekatan pembelajaran berbasis Realia dan Project-Based Learning (PJBL).
Kegiatan ini menyasar guru-guru kelas non-Bahasa Inggris dari SD Kreatif Muhammadiyah Bangil, sebagai mitra dan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan transisi implementasi kebijakan Bahasa Inggris di sekolah dasar secara bertahap dan kontekstual.
Kegiatan yang dilaksanakan pada (29/1/2026) di Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dihadiri langsung oleh Ketua Tim Abdima Umsida, Dr. Yuli Astutik, M.Pd dengan anggotanya Dr. Fika Megawati, M.Pd dan Sheila Agustina, M.Pd
Mereka menilai bahwa tantangan utama implementasi Bahasa Inggris di sekolah dasar bukan pada ketersediaan materi, melainkan pada kesiapan guru kelas dalam mengelola pembelajaran yang bermakna.

Dr. Yuli Astutik juga menegaskan bahwa pendekatan realia dan PJBL menjadi strategi kunci yang sederhana, kontekstual, dan mudah diterapkan guru di kelas.
“Kebijakan tidak cukup hanya diturunkan ke sekolah. Guru perlu dipersiapkan dengan pendekatan yang sederhana, kontekstual, dan mudah diterapkan di kelas. Realia dan proyek-proyek kecil menjadi pintu masuk yang paling realistis bagi guru kelas,” ujarnya.
Sheila Agustina, juga membahas tentang praktik pengajaran Bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar secara komunikatif dan menyenangkan. Sementara itu, Dr. Fika Megawati membakali peserta dengan pemanfaatan teknologi sederhana untuk mendukung pembuatan, serta pengayaan media realia pembelajaran.
Ditambahkan oleh Dr. Yuli Astutik bahwa workshop ini tidak hanya berfokus pada pemahaman teori. Para guru terlibat aktif dalam simulasi pembelajaran, perancangan mini proyek berbasis realia, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan di kelas masing-masing.
Melalui kegiatan ini, UMSIDA berharap dapat berkontribusi secara nyata dalam mendukung kesiapan sekolah dasar menghadapi kebijakan Bahasa Inggris 2027. “Sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah melalui program Abdimas berbasis riset yang berdampak langsung pada praktik pembelajaran di kelas,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SD Kreatif Muhammadiyah Bangil, Marissa Izzah, M.Pd menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai workshop ini relevan dengan kebutuhan sekolah dasar saat ini, khususnya dalam mempersiapkan guru kelas menghadapi penguatan pembelajaran Bahasa Inggris ke depan.
“Guru kelas perlu dibekali pendekatan yang membumi dan tidak memberatkan. Workshop ini membantu guru melihat bahwa Bahasa Inggris dapat diajarkan secara kontekstual, menyenangkan, dan dekat dengan dunia anak,” jelas Marissa Izzah.(mad)







