KEDIRI (RadarJatim.id) – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa ke-127 di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, tak hanya berupa pembangunan fisik. Di sela program tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri menggelar bimbingan teknis pengelolaan sampah di Pendopo Kampung Petung, Dusun Templek, Selasa (24/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kediri dengan TNI AD melalui Kodim 0809/Kediri. Tujuannya, memperkuat kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Kabupaten Kediri, Meika Dwi Nastiti, mengatakan, persoalan sampah saat ini tidak bisa hanya mengandalkan sistem angkut dan buang.
“Kalau semua dibuang ke hilir, sementara kapasitas TPA terbatas, pasti akan penuh. Maka yang harus diperkuat adalah pengurangan dari sumbernya,” ujar Meika.
Ia menjelaskan, lebih dari separuh sampah rumah tangga merupakan sampah organik, terutama sisa makanan dari dapur. Sampah jenis ini, menurutnya, justru paling memungkinkan untuk diolah secara mandiri.
“Organik bisa dipendam atau dibuat kompos sederhana. Tapi kuncinya dipilah dulu. Jangan dicampur dengan plastik,” katanya.
Selain organik, warga juga diarahkan untuk memanfaatkan sampah anorganik bernilai ekonomis melalui bank sampah atau TPS 3R. Dengan sistem tersebut, sampah seperti botol plastik, kardus, dan logam bisa memberikan nilai tambah.
Sementara sampah residu —yang tidak bisa didaur ulang— tetap perlu diangkut ke tempat pemrosesan akhir. Namun, jika volumenya sudah ditekan sejak awal, pengangkutan tidak perlu dilakukan terlalu sering.
“Kalau yang tersisa tinggal residu dan jumlahnya sedikit, itu jauh lebih ringan bagi pengelolaan di tingkat kabupaten,” ujar Meika.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak lagi membakar sampah, terutama plastik dan pampers, karena berisiko terhadap kesehatan dan kualitas udara.
“Banyak yang mengira membakar itu solusi cepat. Padahal dampaknya bisa panjang. Lebih baik dikelola sesuai jenisnya,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, DLH menyerahkan peralatan pengolahan sampah sederhana kepada perwakilan warga sebagai langkah awal praktik langsung di desa.
Perwira Koordinator TMMD sekaligus Pasi Ter Kodim 0809/Kediri, Kapten Inf Arif Wahyudi, melalui Babinsa Koramil 0809/21 Puncu, Sertu Brahmana, menilai, penyuluhan lingkungan menjadi bagian penting dari TMMD.
“Pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga membangun pola pikir. Lingkungan yang bersih dan sehat akan mendukung kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Desa Gadungan diharapkan mampu menjadi contoh desa yang tidak hanya berkembang secara fisik melalui TMMD ke-127, tetapi juga berbenah dalam pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. (rul)







