SIDOARJO (RadarJatim.id) – Sebuah lubang menganga dengan diameter sekitar 50 sentimeter dan kedalaman 25 sentimeter telah menjadi teror bagi pengguna jalan di Jalan Raya Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo.
Jalan rusak itu sempat memicu aksi protes sekaligus gerakan penambalan mandiri demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Meski sempat ditambal pribadi oleh warga, jalan tersebut kembali rusak karena tergerus air.
Seorang tukang parkir, Pur menjadi saksi bisu banyaknya pengendara yang terjungkal akibat kerusakan jalan yang sudah berlangsung selama dua bulan terakhir.
Pria 55 tahun itu mengungkapkan, sering terjadi kecelakaan di titik tersebut, dengan korban terbanyak adalah pengendara perempuan. Kendaraan yang tidak menyadari adanya lubang seringkali langsung terperosok.
“Sering terjadi kecelakaan, yang banyak korbannya dari perempuan. Kalau kendaraan tidak tahu langsung kejeglong, menjerit orangnya,” ujar warga Sedati itu kepada Radar Jatim, Senin (9/2).
Ia sempat berusaha menambal lubang tersebut menggunakan semen secara swadaya, namun usaha tersebut sia-sia karena sapuan air hujan.
“Banyak yang sudah komplain ke saya, karena saya kebetulan jaga parkir di daerah sini. Kasihan. Sebelumnya pernah saya cor, sebelum hujan saya cor, kena hujan (belum kering) hilang lagi,” keluhnya.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini juga dikonfirmasi oleh Prasetyo, warga setempat yang pernah merasakan langsung dampak dari lubang tersebut.
Pria 42 tahun itu menceritakan pengalaman pahitnya saat terlibat kecelakaan beruntun akibat satu kendaraan yang jatuh karena lubang.
“Yang sepeda motor depan jatuh, yang belakang akhirnya tidak bisa mengerem mendadak, menyebabkan tabrakan beruntun. Kasihan para pengendara kalau ada lubang sebesar ini, membuat jatuh dari sepeda motor,” tuturnya.
Merespons keresahan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo, Muhammad Makhmud, memastikan bahwa pihaknya akan segera memperbaiki. (RJ/Red)






