SIDOARJO (RadarJatim.id) Pergantian Ketua Fraksi Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo dari Arief Bachtiar kepada M. Nizar menimbulkan pertanyaan besar bagi publik kota delta.
Pasalnya Arief Bachtiar menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sidoarjo tidak lebih dari 9 bulan menggantikan Warih Andono melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW) pertengahan masa jabatan sebagai anggota dewan atau setiap 2,5 tahun.
Adam Rusydi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo mengatakan bahwa pergantian Ketua Fraksi Golkar merupakan sebuah rotasi jabatan yang sudah lazim terjadi, Selasa (23/08/2022).
“Agar peran Fraksi Golkar (DPRD Sidoarjo,red) semakin maksimal,” katanya.
Dijelaskan oleh Adam Rusydi bahwa pergantian Ketua Fraksi Golkar dari Arif Bachtiar kepada M. Nizar agar kedua anak buahnya tersebut bisa bekerja secara maksimal sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Sidoarjo.
“Mas Arif Bachtiar bisa bekerja secara fokus dan maksimal sebagai pimpinan Komisi B (DPRD Sidoarjo,red), dan Mas Nizar menjalankan peran Fraksi di DPRD saja,” jelasnya.
Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) itu membantah terkait adanya isu “Pecah Kongsi” antara DPD Golkar Sidoarjo dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, karena sejak awal DPD Partai Golkar Sidoarjo menyatakan mendukung kebijakan Pemkab Sidoarjo dibawah kepemimpinan H. Ahmad Muhdlor Ali – H. Subandi.
Sebagaimana yang diketahui oleh publik Sidoarjo bahwa sosok M. Nizar merupakan “Jawara Politik” di DPRD Sidoarjo yang dikenal tanpa kompromi dalam menyikapi setiap kebijakan Pemkab Sidoarjo.
“DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo konsisten mendukung kebijakan Pemkab Sidoarjo,” tegasnya.
Sementara itu saat dihubungi secara terpisah, M. Nizar mengaku bahwa dirinya siap melaksanakan amanat yang diberikan pimpinan parpolnya tersebut.
“Ditugaskan apa saja, saya selalu siap. Doakan saja semoga saya bisa melaksanakan amanah ini dengan baik untuk kemajuan Partai Golkar di masa depan,” pungkasnya. (mams)







