SURABAYA (Radarjatim.id) – Stunting, yang merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang. Sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.
Melihat kondisi tersebut, pihak Komisi IX DPR RI yakni Dr. Arzeti Bilbina, M.A.P yang bekerjasama dengan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) Jawa Timur, yang dihadiri Dra. Sofia Hanik, MM selaku Penata KKB Ahli Madya dan Dr. Atiek Tri Arini, M.Kes selaku Kabid Dalduk KBKS (Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera) BKKN Surabaya, yang keduanya juga sebagai pemateri pencerahan stunting kepada masyarakat.
Mereka terus turun lapangan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat, agar tidak terjadi peningkatan angka stunting. Seperti yang telah dilakukan di Balai RW 13 Putat Jaya C Barat VII 23, Kec. Sawahan, Surabaya, pada 8 April 2023 pagi. Ada sekitar 230 peserta dari para Kader-kader KB dan para ibu-ibu warga sekitar RW 13 Putat Jaya, sangat antusias mengikuti penjelasan dan pencerahan permasalalah stunting tersebut.
Dalam kegiatan yang dikemas dalam Sosialisasi KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) Program Bangga Kencana bersama Mitra Komisi IX DPR RI tersebut, Arzeti Bilbina menjelaskan tentang penyebab turunnya angka stunting adalah belum adanya kesadaran ibu-ibu untuk melakukan inisiasi dini. Memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan tanpa ditambahkan makanan yang lain. Jadi selama 6 bulan, bayi harus murni diberi ASI saja. “Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah mencegah dan menginformasikan agar tidak melakukan pernikahan dini,” jelasnya.
Arzeti mengatakan kalau kegiatan hari ini adalah memberikan motivasi kepada ibu-ibu bagaimana menjaga keluarganya dengan baik. Apalagi yang mempunyai remaja putri jangan sampai terjadi pernikahan dini. “Bahkan sudah ada remaja putri yang usianya 11 tahun sudah hamil. Kondisi ini sangat memprehatinkan, oleh karena itu kita harus terus mensosialisasikan agar jangan sampai terjadi lagi, minimal terus mengurangi,” kata politisi PKB ini.(mad)







