SIDOARJO (RadarJatim.id) Ir H Bambang Haryo Soekartono, Founder BHS Peduli kembali mengunjungi Pasar Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Kali ini BHS, panggilan akrab Ir H Bambang Haryo Soekartono blusukan ke pasar tersebut untuk mengecek apakah bantuan pompa air untuk sumur di pasar tersebut sudah dimanfaatkan.
“Pasar Gedangan adalah pasar yang paling modern yang ada di Sidoarjo. Bersih dan modern ini termasuk juga modernnya pembayaran retribusi sudah melakukan pembayarna secara online,” kata Bambang Haryo, Sabtu (9/9/2023).
Pihaknya beberapa waktu lalu memang berkunjung ke Pasar Gedangan dan dilihat ada salah satu sumur yang dipakai pedagang menyiram atau membersihkan menggunakan gayung. Hal itu dinilai agak sedikit membayakan pedagang maupun pengunjung pasar Gedangan.

“Sumur kita tinggikan, langsung kita beri pompa yang mana sekarang sudah bermanfaat untuk masyarakat. Kita tambahi lagi (bantuan,Red) selang 50 meter agar bisa menjangkau tempat tempat pedagang, tim pembersih bisa melakukan pembersihan seperti di pasar Malaysia,” tambah anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.
Pihaknya berharap agar Pasar Gedangan tetap menjadi pasar yang bersih dengan penerangan yang cukup, harga murah para pedagangnya ramah.
“Pedagang ful senyum, kita harapkan keramahan ini bisa mengalahkan pasar- pasar modern seperti supermatket dan sebagainya. Kita yakin pasar tradisional bisa menjadi pasar yang diminati ibu-ibu di wilayah Sidoarjo,” terang Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jatim ini.
Selain meninjau pompa air yang sudah dimanfaatkan pedagang, pihaknya juga meninjau pasar dan membeli beberapa komoditas dagangan yang ada. Termasuk komoditas beras yang kini harganya terus naik.

“Sekarang harga berasnya naik terus pak. Beras yang premium 5 kg harganya Rp 71 ribu,” ujar salah satu pedagang beras.
Kenaikan ini juga terjadi untuk beras medium, yang perlima kilogramnya dijual Rp 68 ribu. Pihaknya berharap agar harga kembali stabil agar jualan ke konsumen juga tidak ada kendala.
Atas aspirasi ini, BHS menegaskan bahwa pedagang tidak salah dalam hal kenaikan harga beras. Lantaran mereka menjual dengan harga wajar karena kenaikan juga dipicu pasokan ke pedagang yang memang sudah naik. Sebelumnya, pihaknya berharap agar pemerintah memperhatikan nasib petani dan mendukung swasembada beras agar pasokan pangan tetap terjaga. (RJ01/RED)







