SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMA Negeri 1 Tarik telah melaksanakan kegiatan asesmen diagnostik bagi siswa kelas X untuk tahun ajaran 2024-2025. Bertujuan untuk mengukur pemahaman awal siswa terhadap materi pelajaran. Sekaligus mengetahui kondisi dan kebutuhan belajar setiap siswa.
Asesmen yang dilaksanakan pada (27/8/2024) pagi, menjadi langkah awal bagi pihak sekolah dalam memetakan strategi pembelajaran yang tepat bagi seluruh siswanya. Proses pelaksanaanya sangat kondusif, setiap siswa mengikuti tes yang mencakup berbagai mata pelajaran inti, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Selain untuk mengetahui tingkat penguasaan materi, tes ini juga dirancang untuk mengidentifikasi potensi, minat, mapel pilihan di kelas X serta kesulitan belajar yang mungkin dihadapi siswa.
Kepala SMAN 1 Tarik, Wiwik Tri Ernawati, S.Sos., menegaskan pentingnya asesmen diagnostik ini dalam proses pendidikan yang lebih personal dan efektif. Asesmen diagnostik adalah langkah strategis untuk mengenal siswa secara lebih mendalam, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga minat, bakat, serta tantangan yang mereka hadapi.
“Dengan hasil asesmen ini, kami berharap dapat merancang metode pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Alhamdulillah kegiatan Asesmen ini juga mendapatkan dukungan penuh dari para wali murid,” harap Bu Wiwik_sapaan sehari-harinya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Fachrul Muttaqin, menambahkan bahwa asesmen diagnostik membantu sekolah untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada aspek psikologis dan sosial siswa. “Dengan mengetahui kondisi awal siswa, kami dapat mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensinya,” tambah Fachrul Muttaqin.
Perlu diketahui hasil dari asesmen diagnostik ini akan digunakan oleh guru untuk menyusun rencana pembelajaran yang lebih adaptif. Selain itu, hasil tersebut akan menjadi dasar untuk memberikan pendampingan atau intervensi khusus bagi siswa yang membutuhkan bantuan lebih lanjut dalam materi tertentu.
Syarotus Sita salah satu siswa kelas X-1, mengaku merasa lebih siap menghadapi proses belajar setelah mengikuti asesmen ini. “Tes ini membantu saya melihat mana materi yang sudah saya kuasai dan mana yang perlu saya pelajari lebih dalam. Ini juga membuat saya lebih mengenal kemampuan diri sendiri,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ghaysan Rafiansyah dari kelas X-11 menyatakan bahwa asesmen ini juga membantunya memahami tantangan-tantangan yang mungkin dihadapi selama belajar di SMA. “Asesmen ini memberi gambaran jelas tentang apa yang harus saya tingkatkan, terutama di bidang Matematika dan Bahasa Inggris,” katanya.
Dengan hasil asesmen diagnostik ini, pihak SMAN 1 Tarik berharap dapat memberikan layanan pendidikan yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Asesmen ini juga diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dalam belajar dan memperbaiki kelemahan yang ada. “Asesmen ini bukanlah akhir, tetapi langkah awal untuk menciptakan proses belajar yang lebih inklusif, adaptif, dan mendukung siswa dalam meraih prestasi terbaik mereka,” pungkas Bu Wiwik.(mad)







