SIDOARJO (RadarJatim.id) – Awal masuk sekolah, Keluarga besar SMP PGRI 1 Buduran menghelat ke giatan Halal Bihalal, yang diikuti oleh para guru, tenaga kependidikan, para siswa, dan pengurus komite sekolah.
Mengundang secara khusus pengawas SMP dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Abdul Gofur, S.Pd, M.Pd sebagai pembicara “Hikmah Halal Bihalal”.
Di hadapan warga SMP PGRI 1 Buduran, Abdul Gofur, mengapresiasi para siswa yang sangat tertib dan disiplin dalam mengikuti acara. Terlebih, saat menunggu dimulai acara, para siswa dengan pendampingan guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti melantunkan salawat Busro yang mempunyai banyak keutamaan.
Menurutnya, sesungguhnya hikmah Halal Bihalal bisa dimulai sejak bulan Rajab. Sebagaimana amalan Rasulullah Nabi Muhammad SAW, dengan berdoa secara khusus pada bulan Rajab agar bisa bertemu dengan bulan Ramadan.
Inti dari Halal Bihalal adalah supaya diampuni dosa-dosanya sebagaimana Hadist Rasulullah SAW: “Man shoma Romadonan, imanan waktisaban, ghufirollahu ma taqoddama min dambih” (Barang siapa berpuasa Ramadan, karena iman dan mencari pahala, akan diampuni dosa-dosanya terdahulu).
Disebutkan, selama menjalani ibadah puasa Ramadan, terdapat nilai-nilai karakter yang bisa diraih, yakni sabar dan jujur. Sabar untuk menahan lapar, menahan haus dahaga, menahan amarah, menahan nafsu, dan sebagaimana, dari terbit fajar samai waktu Maghrib. Jujur selama 14 jam untuk tidak makan dan tidak minum, atau hal-hal lain yang membatalkan puasa.
“Karakter sabar dan jujur tersebut supaya diteruskan. Sebab, untuk menjadi orang yang sukses, tidak cukup hanya berbekal dengan pintar dan cerdas. Namun juga harus punya karakter jujur. Apalagi jika ingin meraih sukses dunia dan akhirat. Kita bisa belajar dari orang tua atau famili kita,” terangnya.
“Jangan sampai hatinya kosong, karena hanya mementingkan dunia saja. Tidak mengenal infak dan sodakoh. Ingatlah bahwa ada ancaman neraka dari Allah SWT,” jelasnya.
Sebagai pembelajaran, Abdul Gofur menyebutkan, ada 4 kelompok manusia di dunia.
Pertama, kelompok manusia yang hanya memburu uang/harta, tidak mengenal agama. Kedua, kelompok manusia yang hidupnya hanya bersandar kepada Allah SWT, ibadah terus, dan hanya berharap akhirat. Ketiga, kelompok manusia yang bekerja keras, mengumpulkan harta/uang, bukan untuk diri sendiri, tapi berbagai dengan orang lain karena sangat paham agama.
“Kelompok ketiga ini adalah manusia yang yakin bahwa rezeki itu datangnya dari Allah SWT, dan rezeki yang diperoleh tersebut bukan haknya semua. Tapi juga ada hak-hak orang lain, seperti hak fakir, miskin, serta yatim piatu. Agar manusia bisa masuk ke dalam kelompok ketuga ini, perlu doa sapu jagat (Robbana aatina fi dunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina ‘ada bannar),”tambahnya.
Sebagai contoh: Megawati Hangestri, pemain bola voli asal Jember, Jawa Timur yang berkarir di luar negeri. Dia mempunyai penghasilan setiap 1 musim/6 bulan: Rp 2,4 Miliar, berarti bergaji Rp 400 juta per bulan. Karena paham agama, maka menginfakkan Rp 1 Miliar penghasilannya kepada yayasan yatim piatu.
Demikian pula dengan para pemain timnas sepakbola U-17, Ustad Adi Hidayat, dan KH Anwar Zahid. Semuanya didapatkan dengan cara mencari bekal ilmu. Lebih-lebih, jangan sampai menjadi kelompok manusia yang keempat, yakni manusia yang hidupnya serba sudah dan tidak mendapatkan apa-apa.
Setelah tausyiah, acara dengan para siswa ditutup dengan doa yang dipimpin oleh guru BTQ, Sutomo, S.Pd. Dilanjutkan bersalaman satu persatu antara para siswa dengan pengawas sekolah, kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan. Sebagai perwujudan dari kegiatan Halal Bihalal tersebut.
Pada kegiatan Halal Bihalal sesi kedua di Aula Pandan Wangi SMP PGRI 1 Buduran, Ketua Komite SMP PGRI 1 Buduran, Kharis Maftuqin, SE menyampaikan ucapkan “Taqobbalallu minna wa minkum, Taqobbal Ya Karim, Minnal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”.
Pada penyampaian hikmah Halal Bihalal yang kedua tersebut, Abdul Gofur menyebutkan, Halal Bihalal sebagai momentum untuk merajut kerukunan dan kerja sama yang baik. Sebab, Idul Fitri merupakan momentum untuj menjalin dan memperkuat kerukunan sesame manusia. Rukun itu penting, karena merupakan perwujudan dari cinta kemanusiaan.
“Semangat kebersamaan dan persatuan untuk mewujudkan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Basyariyah. Sebab, sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Jika bersaudara maka akan mendapat rahmat dari Allah SWT. Oleh karena itu, jauhilah sikap intoleransi dan tidak menghormati orang lain. Semoga kita semua tergolong orang-orang yang muttaqin, takwa kepada Allah SWT,”katanya.
Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr.; Wakil Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Dra. Hj. Eva Wahyuda, M.Pd; Ketua Komite SMP PGRI 1 Buduran, Kharis Maftuqin, SE; para pengurus komite sekolah; serta pendiri SMP PGRI 1 Buduran, Drs. H. Abdul Sjukur, MM.
Dalam sambutannya Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr. menyampaikan bahwa Halal Bihalal tersebut merupakan kegiatan tahunan pascalebaran Hari Raya Idul Fitri.
“Yang pada intinya bertujuan untuk saling memaafkan atas segala khilaf dan salah yang pernah diperbuat, di antara warga sekolah atau keluarga besar SMP PGRI 1 Buduran,” katanya pada (9/4/2025) pagi.







