JAKARTA (RadarJatim.id) — Indonesia menuntaskan partisipasi di WEF (World Economic Forum/Forum Ekonomi Dunia) 2026 dengan menegaskan komitmen memperkuat diplomasi ekonomi global dan daya saing nasional.
Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut menunjukkan konsistensi pemerintah menjadikan diplomasi ekonomi sebagai instrumen strategis menarik investasi berkualitas. Ini tecermin dari keterlibatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Danantara Indonesia, serta Kadin Indonesia dalam promosi investasi nasional yang terstruktur.
“WEF ini tentunya menjadi momentum yang sangat baik untuk Indonesia, untuk menyampaikan narasi nasional serta rencana-rencana ke depan Indonesia kepada masyarakat global, termasuk kebijakan dan regulasi baru yang sudah dikeluarkan, sebagai pesan bahwa Indonesia terus bergerak maju,” ungkap Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani.
Indonesia, katanya, memanfaatkan WEF 2026 bertema A Spirit of Dialogue untuk menegaskan peran sebagai mitra dialog yang konstruktif melalui pendekatan Indonesia Incorporated. Sinergi pemerintah, pengelola aset negara, dan dunia usaha diperkuat lewat Indonesia Pavilion Indonesia Endless Horizons, serta agenda Indonesia Night, yang dinilai membuka peluang besar perluasan kerja sama ekonomi global.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai, secara biopolitik, WEF Davos 2026 sangat fragmented dan sangat dinamis, tidak seperti biasanya.
“Saya rasa kalau misalnya dua hal yang sangat dipikirkan dalam Davos nanti, ialah bagaimana memang promosikan investasi dan perdagangan,” tutur Anindya.
Dikatakan, di forum tersebut akan terlihat bagaimana Indonesia bisa memainkan perannya, dan memposisikan di antara kekuatan-kekuatan ekonomi yang ada.
“Nah ini kita ingin memainkan perannya, tapi ujungnya untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia dengan membuat investasi dan pendahkan,” tambahnya.
Presiden Prabowo Subianto juga hadir langsung bersama Badan Pengelola Investasi Danantara, menandai kembalinya Indonesia ke panggung ekonomi global setelah hampir satu dekade.
Sementara Ekonom Senior INDEF, Dradjad Wibowo, menilai, momentum tersebut krusial untuk memulihkan kepercayaan investor.
“Tampilnya kembali Indonesia di forum ini memberikan angin segar bagi kemajuan ekonomi nasional. WEF adalah forum yang tepat, karena di sana hadir tokoh-tokoh dan orang-orang kuat dalam jaringan keuangan, investasi, bisnis, dan inovasi dunia,” ujar Dradjad.
Ia menekankan peran Danantara dalam menjelaskan tata kelola modal negara.
“Kita ingin membangun dan memperkuat kepercayaan para investor global untuk masuk ke Indonesia. Danantara harus mampu menjelaskan bagaimana modal negara dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang,” kata Dradjad.
Menurutnya, tindak lanjut pasca-WEF menjadi kunci agar minat investor global berujung pada investasi nyata yang berdampak bagi perekonomian nasional. (red/rj2)







