SIDOARJO (RadarJatim.id) — Setelah mendapatkan predikat sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur. SMP Negeri 2 Candi Sidoarjo kini siap untuk melangkah maju menuju Adiwiyata Nasional 2026. Kini terus berbenah untuk memenuhi perlengkapan, persyarakat yang telah dibutuhkan.
Prosesi pendampingan dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Suyarno, Kabid PPKLH-DLHK (Pena’atan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) Sidoarjo Hari Susanto, S.Sos MM untuk melakukan evaluasi, mengkaji serta memberi masukan persyaratan apa yang perlu dilengkapi.
Paparan materi dan diskusi oleh petugas pendampingan Adiwiyata dari DLHK Sidoarjo, Tri Wijayanti, yang diikuti oleh Tim Adiwiyata SMP Negeri 2 Candi, pada (2/2/2026) pagi di Aula SMP Negeri 2 Candi Sidoarjo.
Dengan adanya program Adiwiyata ini, Suyarno sangat berharap Sidoarjo ini juga semakin bersih yang dimulai dari sekolah-sekolah sebagai contohnya. “Kalau semua sekolahannya bersih, dan sehat, semoga diikuti oleh masyarakat yang lain,” harapnya.
Kabid PPKLH-DLKH Sidoarjo Hari Susanto juga menjelaskan kalau kegiatan hari adalah dalam rangka pendampingan penyusunan dokumen calon Adiwiyata Nasional 2026. “Di harapkan semuanya bisa bersinergi, mulai kepala sekolah, bapak/ibu guru, siswa dan orang tua untuk siap mewujudkan Adiwiyata Nasional tersebut,” harapnya.
“Untuk tahun ini kami melakukan sebanyak 43 sekolah. Kalau pendampingan hari ini yang kami lakukan di SMP Negeri 2 Candi dan ada satu tim lagi di SMP Negeri 2 Tanggulangin,” jelas Hari Susanto.
Kepala SMP Negeri 2 Candi, Sukardi, S.Pd M.Pd menjelas, selain persiapan pemenuhan perlengkapan administrasi, kami juga sudah melengkapi sarana fisik yang diperlukan. Diantaranya tentang pengolahan sampah, termasuk juga disediakan bak-bak sampah.

“Begitu juga di lingkungan, taman-tamannya juga sudah diperbaiki dan dilengkapi bahkan tiap-tiap kelas juga sudah dibersihkan dan ditata rapi oleh anak-anak setiap hari. Alhamdulillah semuanya sudah lengkap, hanya tinggal fokus satu saja, yakni soal pengelolaan faona,” jelas Pak Sukardi.
Menurut Tri Wijayanti banyak menjelaskan tentang keadministrasian, harus lengkap dan berurutan prosesnya. Ia juga mengatakan dalam menjalankan program Sekolah Adiwiyata, paling tidak harus menjelankan kebersihan, fungsi sanitasi dan drainase, pengelolaan sampah, penanaman dan pemeliharaan pohon/tanaman, konservasi air dan onservasi energy.
Sementara itu bila ada limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) harus dilakukan tersendiri dan teridentifikasi dengan jelas. “Termasuk bila ada petugas pengambilan sampah juga harus disendirikan,” jelasnya.(mad)







