GRESIK (RadarJatim.id) – Langkah progresif diambil oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kebomas dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Bertempat di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Selasa (3/2/2026), dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Fakultas Agama Islam (FAI) UMG dan KUA Kebomas tentang Kerja Sama Penatalaksanaan Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat bidang Agama di Lingkungan Pendidikan Tinggi.
Lingkup kerja sama ini mencakup seminar edukasi, pendampingan, hingga pengabdian masyarakat yang bertujuan mengintegrasikan keilmuan akademis dengan realitas problematika umat di lapangan.
Dekan FAI UMG, Dr Hasan Basri, SAg, MPdI, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas inisiatif KUA Goes to Campus ini. Menurutnya, pembelajaran mahasiswa tidak cukup hanya di ruang kelas atau jurnal ilmiah.
“KUA menghadirkan realitas umat yang sesungguhnya, mulai dari isu perceraian hingga konflik keagamaan. KUA adalah laboratorium kehidupan. Mahasiswa dan dosen perlu bersinergi dengan KUA untuk belajar problem solving berbasis keilmuan Islam (Fikih), sekaligus mencegah isu-isu krusial, seperti pelecehan seksual di lingkungan pendidikan,” tegas Dr Hasan.
Sementara Kepala KUA Kebomas, Khalili, SAg, MPdI, menekankan, bahwa keluarga adalah indikator utama kemajuan sebuah bangsa. Negara yang kuat, katanya, lahir dari keluarga yang hebat.
“Mengapa kami memilih UMG? Karena, mahasiswa harus menjadi subjek, bukan sekadar objek. Kami berharap adik-adik menjadi Duta Kemenag dalam membangun keluarga yang mandiri, sehat, dan kuat di tengah masyarakat,” harap Khalili.
Sesi inti kegiatan diisi dengan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) bertajuk “Marriage Ready, Not Just Wedding Ready”. Pemateri utama, Imam Chanafi, yang juga Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kebomas, membedah pentingnya kematangan diri sebelum melangkah ke pelaminan.
“BRUN adalah bekal penting agar mahasiswa mampu mengambil keputusan bijak. Kita menyiapkan fondasi yang kuat menuju rumah tangga yang harmonis dan langgeng, demi mencetak generasi berkualitas di tahun 2045,” papar Imam Chanafi yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik ini, di hadapan para peserta.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa FAI UMG. Rori, salah satu peserta, memberikan testimoninya: “Program KUA Goes to Campus ini membuka mata kami manfaat positif, dimana banyak teman saya yang tidak tahu seluk-beluk pernikahan, terima kasih KUA Kebomas ” ujarnya.
Selama ini, lanjutnya, ia dan sejumlah rekannya di kampus mengira, bahwa KUA hanya tempat menikah. Ternyata, lanjutnya, perannya sangat luas dalam membentengi mahasiswa dan para remaja lainya dari problem sosial dan menyiapkan masa depan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah akademisi UMG, di antaranya, Ketua Prodi PAI UMG, Dr Noor Amirudin; Ketua Prodi PAUD UMG, Fitri Ayu Fatmawati, MPd; serta jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Kebomas. (har)







