GRESIK (RadarJatim.id) – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto kepada para pembecak lansia di Kabupaten Gresik, Rabu (4/2/206). Penyerahan bantuan becak listrik yang berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik itu dimaksudkan meringankan beban para pembecak dalam mengail pendapatan yang selama ini hanya mengandalkan kekuatan otot atau tenaga mereka.
Didampingi Wakil Bupati Asluchul Alif, Bupati Yani bersama Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen (Purn) Firman Dahlan secara simbolis menyerahkan 200 unit becak listrik secara gratis kepada para pembecak yang rata-rata berusia 55 tahun ke atas.
Becak sebanyak itu dialokasikan para pembecak yang tersebar di 16 kecamatan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Gresik, minus dua kecamatan di Pulau Bawean, yakni Sangkapura dan Tambak. Seusai prosesi penyerahan, Bupati Yani, Firman Dahlan, Wabup Alif dan sejumlah pejabat Pemkab Gresik dan stakeholders menikmati kenyamanan menumpang becak listrik ini di sepanjang Jl. Basuki Rahmat Gresik.
Bupati Yani menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kepada warganya yang sehari-hari sebagai penarik becak. Menurutnya, bantuan becak listrik ini merupakan wujud nyata kehadiran negara yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Apa yang dilakukan Bapak Presiden merupakan tindakan yang sangat mulia. Ini adalah bentuk aksi kemanusiaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang,” ujar Bupati Yani.
Ia juga menjelaskan, bahwa setiap becak listrik dilengkapi dengan garansi selama satu tahun. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gresik akan menyiapkan fasilitas stasiun pengisian daya listrik yang akan disebar di beberapa titik, termasuk di kawasan rumah dinas bupati dan wakil bupati untuk mendukung operasional becak listrik tersebut.
“Kami berharap program ini juga dapat mendukung sektor pariwisata, dengan didukung jalur yang aman bagi pengemudi becak listrik yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen (Purn) Firman Dahlan menjelaskan, bahwa program bantuan becak listrik ini sejatinya telah dirancang jauh sebelum menjadi presiden RI. Program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi para pengemudi becak lansia yang hingga kini masih bertahan pada profesinya demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
“Mengayuh becak manual tentu sangat berat bagi mereka yang usianya sudah di atas 55 tahun. Ada yang 60 tahun, bahkan 70 tahun. Melalui bantuan ini, Bapak Presiden ingin menghadirkan kemudahan dan perhatian agar para lansia tetap bisa bekerja, tetap bersemangat mencari penghasilan, tetap bermartabat, serta mampu bersaing dengan moda transportasi modern,” ujarnya.
Firman menambahkan, jumlah bantuan becak listrik yang disalurkan di Kabupaten Gresik tergolong besar dibandingkan daerah lain yang rata-rata menerima antara 25 hingga 100 unit. Meski demikian, ia mengakui masih banyak pembecak yang membutuhkan bantuan serupa.
“Mudah-mudahan ke depan masih ada tambahan. Saat ini distribusi masih terbatas, karena terbatasnya produksi,” ujarnya seraya menambahkan, bahwa becak listrik tersebut diproduksi oleh Pindad.
Salah satu penerima bantuan, Saryudi (73), mengaku sangat bersyukur atas bantuan becak listrik yang diterimanya. Selama puluhan tahun, ia menggantungkan hidup dari menarik becak secara konvensional dengan mangkal di sekitar Alun-alun dan Masjid Jami’ Gresik, dari pagi hingga malam hari.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat bantuan becak listrik dari Pak Prabowo. Ini sangat membantu,” ungkapnya yang dikuatkan Agus, penarik becak yang biasa melayani warga di Karangpoh Gresik.
Menurut Saryudi, sepanjang hidupnya sebagai pembecak, baru kali ini ia menerima bantuan alat transportasi dari pemerintah. Ia menilai, bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian negara kepada masyarakat kecil.
Saryudi mengaku masih mampu menyisakan penghasilan sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per hari setelah bekerja dari pagi hingga selesai salat Isya. Namun, seiring bertambahnya usia dan berkurangnya penumpang, penghasilan tersebut kini tak lagi menentu. Dengan adanya becak listrik, ia berharap dapat bekerja lebih nyaman dan tetap produktif tanpa harus memaksakan tenaga. (sto)







