SIDOARJO (RadarJatim.id) – Mansur salah satu Tokoh Masyarakat (Tomas) Desa Sawohan, Kecamatan Buduran memenuhi undangan Inspektorat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
Kehadiran Mansur ke Kantor Inspektorat Pemkab Sidoarjo untuk memberikan keterangan terkait adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Desa Sawohan Tahun Anggaran (TA) 2023 hingga TA 2025, Rabu (4/2/2026).
Dikatakan oleh Mansur bahwa dirinya dicecar beberapa pertanyaan oleh inspektur sekitar pengelolaan keuangan Desa Sahowan TA 2023 hingga TA 2025, Rabu (4/2/2026).
Termasuk adanya dugaan mark up anggaran dalam pelaksanaan pembangunan di bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan bidang pemberdayaan masyarakat Desa Sawohan.
“Setelah pemeriksaan ini, kami minta Inspektorat untuk segera melakukan audit terkait pelaksanaan anggaran di bidang yang lainnya,” kata Mansur kepada RadarJatim.id usai keluar dari Kantor Inspektorat Pemkab Sidoarjo.
Diterangkan oleh Mansur bahwa anggaran di bidang kesehatan, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Desa Sawohan nilainya relatif sangat besar. Postur anggaran tahun 2023 dibidang kesehatan mencapai Rp 306.463.000, anggaran penyuluhan/pelatihan sebesar Rp 128.525.000 dan penyelenggaraan kesehatan sebesar Rp 101.101.000.
Selain itu juga, ada anggaran penyelenggaraan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebesar Rp 53.857.000, anggaran di bidang pembinaan masyarakat sebesar Rp 254.920.000 dan bidang pemberdayaan masyarakat sebesar Rp 222.229.000.
“Dengan postur anggaran kesehatan sebesar itu masih saja ada penarikan uang bagi warga yang kebetulan periksa kesehatan, mas,” terangnya.
Tidak hanya itu saja, Mansur juga menyayangkan besarnya alokasi anggaran untuk kegiatan pelatihan, bimbingan teknis (bimtek) dan lain lain. Sedangkan, disisi lain ada kondisi infrastruktur jalan ke arah Dusun Kepentingan yang sangat membahayakan keselamatan bagi warga.
“Alokasi anggaran untuk kegiatan pelatihan, bimtek dan lain lain sangat besar. Namun, tidak nampak manfaatnya untuk kepentingan masyarakat. Disisi lain kondisi infrastruktur jalan banyak yang rusak, terutama jalan menuju arah Dusun Kepentingan,” tuturnya.
Setelah pengaduan dan keterangan-keterangan yang ia berikan, lagi-lagi Mansur meminta kepada Inspektorat Pemkab Sidoarjo untuk segera melakukan audit khusus dan turun kelapangan agar dapat terungkap dugaan penyimpangan serta penyalahgunaan wewenang terkait pelaksanaan pengelolaan keuangan Desa Sawohan.
“Kami mewakili warga Desa Sawohan meminta kepada Inspektorat untuk segera melakukan audit khusus terkait dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan Desa Sawohan,“ pungkasnya. (mams)







