SIDOARJO (RadarJatim.id) – Setiap musim penghujan datang, ruas-ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo di beberapa titik selalu mengalami kerusakan cukup parah yang dapat mengakibatkan kerusakan kendaraan maupun kecelakaan.
Sebagaimana yang terjadi di jalan lingkar timur Sidoarjo, pada Jum’at (6/3/2026) ada seorang pemotor asal Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang harus meregang nyawa setelah jatuh terperosok ke lobang jalan.
Dan naasnya, pemotor itu terlindas oleh kendaraan besar dari belakang yang menyebabkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Menanggapi banyaknya jalan rusak dan berlobang yang ada di Kabupaten Sidoarjo, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Lintang Songo Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) ikut angkat bicara, Minggu (8/3/2026).
M. Rizky Davin, Ketua PMII Komisariat Lintang Songo Unusida menilai bahwa Pemkab Sidoarjo telah lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya untuk memastikan kelayakan dan keselamatan infrastruktur jalan bagi masyarakat.
“Kejadian ini seharusnya tidak terjadi, apabila pemerintah secara serius melakukan perawatan dan perbaikan jalan secara berkala,” katanya.
Ditegaskan oleh Rizky Davin bahwa kerusakan jalan yang dibiarkan terlalu lama menunjukkan lemahnya pengawasan dan lambannya respon dari Pemkab Sidoarjo terhadap kerusakan infrastruktur yang dapat membahayakan bagi keselamatan masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa kecelakaan akibat jalan rusak dan belobang merupakan bentuk kelalaian yang dapat berdampak pada keselamatan publik. Oleh karena itu, PMII Komisariat Lintang Songo Unusida mendesak Pemkab Sidoarjo serta instansi terkait untuk segera melakukan perbaikan terhadap jalan rusak yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
“Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemeliharaan jalan, agar kejadian serupa tidak terus berulang. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. (mams)







