KEDIRI (RadarJatim.id) — Bupati Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, memberikan peringatan keras kepada jajarannya agar tidak lengah menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang Idulfitri 2026. Hal itu disampaikan oleh Mas Dhito, sapaan akrabnya, saat melakukan rapat koordinasi lintas sektor di Mapolres Kediri, Kamis (12/3/2026).
Menurut Mas Dhito, kebijakan work from anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) berpotensi memperpanjang masa libur masyarakat hingga mendekati dua pekan. Kondisi tersebut diprediksi memicu meningkatnya arus wisatawan ke sejumlah destinasi di Kediri.
“Kalau liburnya panjang sampai dua minggu, masyarakat tidak mungkin hanya diam di rumah. Potensi orang keluar dan berwisata tentu akan sangat besar,” ujar Mas Dhito.
Situasi tersebut, lanjutnya, harus diantisipasi sejak dini oleh seluruh organisasi perangkat daerah, terutama sektor pariwisata.
Pemetaan Titik Wisata
Mas Dhito meminta instansi terkait segera memetakan kawasan yang berpotensi menjadi pusat keramaian selama libur Lebaran. Ia menegaskan, bahwa lokasi yang perlu diantisipasi tidak hanya destinasi wisata resmi, tetapi juga tempat-tempat yang berpotensi menjadi titik berkumpul masyarakat.
Beberapa kawasan yang diperkirakan ramai pengunjung di antaranya, destinasi wisata alam seperti Ubalan Park Kediri serta sejumlah lokasi lain yang sering menjadi tujuan wisata keluarga.
“Tempat yang menjadi titik kumpul masyarakat juga harus diperhatikan. Itu juga bagian dari aktivitas wisata,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengaturan parkir di kawasan wisata agar tidak menimbulkan kemacetan ketika jumlah pengunjung meningkat drastis.
Selain pengaturan kawasan wisata, Mas Dhito juga meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menyiagakan tenaga medis di sejumlah destinasi wisata. Menurutnya, kesiapan layanan kesehatan penting untuk mengantisipasi kemungkinan pengunjung yang mengalami kelelahan setelah perjalanan jauh.
“Kita tidak tahu kondisi pengunjung di lapangan. Bisa saja ada yang kelelahan atau membutuhkan penanganan medis,” ujarnya.
Tak hanya sektor wisata, Mas Dhito juga menyoroti pekerjaan perbaikan jalan yang masih berlangsung di beberapa ruas di wilayah Kabupaten Kediri. Ia meminta dinas terkait memastikan seluruh pekerjaan infrastruktur rampung sebelum arus mudik Lebaran dimulai.
“Jangan sampai saat lebaran masih ada perbaikan jalan. Semua pekerjaan harus selesai sebelum masa mudik,” tegasnya.
Dengan potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur lebaran, Pemerintah Kabupaten Kediri berupaya memastikan kesiapan sektor pariwisata, layanan kesehatan, dan infrastruktur agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. (rul)







