• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Kamis, 19 Maret 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Artikel dan Opini

Matla’ Global, Menuju Ummatan Wahidah

by Radar Jatim
18 Maret 2026
in Artikel dan Opini
0
Matla’ Global, Menuju Ummatan Wahidah

A. Mukhtar Hadisaputra

7
VIEWS

Oleh A. Mukhtar Hadisaputra

Konsep matlak global kembali menjadi perbincangan dalam wacana penyatuan kalender Islam internasional. Matlak global merupakan gagasan, bahwa penetapan awal bulan Hijriah berlaku untuk seluruh dunia tanpa membedakan wilayah geografis tempat hilal terlihat.

Dalam tradisi fikih klasik, dikenal perbedaan pandangan mengenai matla’, yakni apakah rukyat di satu wilayah berlaku untuk wilayah lain atau tidak. Sebagian ulama berpendapat matla’ bersifat lokal atau regional, sementara yang lain membuka ruang bagi pemberlakuan secara lebih luas.

Pandangan mengenai matla’ dalam empat mazhab adalah sebagai berikut. Pandangan pertama, argumen matla’ global atau kesatuan matlak dalam Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali berpendapat, bahwa jika hilal telah terlihat secara sah di suatu wilayah di belahan bumi mana pun, maka seluruh umat Islam di dunia wajib mengikuti hasil rukyat tersebut tanpa mempedulikan jarak (ittihad al-mathali’).

Pandangan kedua, Mazhab Syafi’i menganut prinsip perbedaan matla’ atau matlak lokal/parsial (ikhtilaf al-mathali’). Menurut mazhab ini, hasil rukyat di suatu wilayah hanya berlaku bagi penduduk di wilayah tersebut dan wilayah lain yang berdekatan atau memiliki matla’ yang sama.

Menyatukan Kalender Umat Islam Sedunia
Mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali secara tradisional cenderung mendukung pandangan matla’ global. Mereka berpegang pada hadis Nabi SAW: “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah (berlebaran) karena melihatnya.” (HR. Muslim).

Kelompok mazhab ini memahami bahwa perintah “kalian” dalam hadis tersebut bersifat umum untuk seluruh umat Islam di mana pun berada. Jadi, jika satu orang Muslim di belahan bumi melihat hilal, maka kewajiban puasa berlaku untuk semua Muslim di dunia.

Sementara itu, penganut Mazhab Syafi’i berpendapat, bahwa hilal bergantung pada posisi bulan terhadap ufuk di tempat masing-masing. Karena bentuk bumi bulat, posisi hilal di setiap tempat tidak mungkin sama secara bersamaan; bisa jadi antar daerah berbeda dalam menentukan awal bulan.

Kita memahami, bahwa kemajuan ilmu astronomi menunjukkan bahwa pergerakan matahari dan bulan berjalan dalam orbit yang teratur dan dapat dihitung secara presisi. Allah SWT juga telah mengabarkan dalam Surat Yasin ayat 40:

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” Lebih lanjut dalam Surat Al-Anbiya ayat 33: “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”

Kedua ayat tersebut menegaskan, bahwa matahari dan bulan beredar pada garis edarnya masing-masing. Artinya, secara ilmiah peredaran benda langit dapat diprediksi dan dihitung dengan akurasi tinggi, sehingga memungkinkan penyatuan kalender Hijriah berbasis hisab yang akurat dan seragam.

Untuk merealisasikan hal tersebut, umat Islam perlu menyamakan tafsir keagamaan demi menyatukan umat Islam dengan satu keputusan yang berlaku secara internasional, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah secara serentak dan memperkuat makna kebersamaan sebagai ummatan wahidah (umat yang satu).

Konsep ini dipandang sebagai bagian dari pembaruan pemikiran Islam yang tetap berpegang pada prinsip syariah, sekaligus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan realitas global. Pendekatan astronomi modern dinilai mampu memberikan kepastian dan keseragaman dalam penentuan awal bulan. Hal ini sejalan dengan pandangan Jamaluddin dalam tulisannya di Kompasiana.com bahwa umat Islam di seluruh dunia dapat menjalankan ibadah secara lebih seragam dan terhindar dari perbedaan yang kerap menimbulkan kebingungan.

Keseragaman tersebut juga berpotensi memperkuat persatuan umat serta meningkatkan efisiensi penyelenggaraan ibadah yang berkaitan dengan kalender Hijriah. Kalender Hjriah Global Tunggal (KHGT) merupakan upaya untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan ajaran Islam ke dalam sistem yang lebih terorganisasi demi kepentingan bersama umat Islam di seluruh dunia.

Menuju Ummatan Wahidah
Penggunaan matlak global (kesatuan matla’/ittihad al-mathali’) dalam penentuan awal bulan komariah memiliki sejumlah nilai positif dalam upaya menyatukan dunia Islam. Pertama, memungkinkan keseragaman waktu dalam pelaksanaan ibadah seperti puasa Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha di seluruh dunia.

Kedua, memberikan kepastian jadwal ibadah yang saling berkaitan, seperti puasa Arafah yang mengikuti waktu wukuf di Arafah. Ketiga, kesamaan waktu ibadah dapat menumbuhkan solidaritas serta memperkuat rasa persatuan di kalangan umat Islam sedunia.

Umat Islam pada hakikatnya adalah satu, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Anbiya ayat 92: “Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.”

Ayat ini menegaskan, bahwa persatuan merupakan tujuan utama syariat. Oleh karena itu, perbedaan dalam penentuan awal puasa dan hari raya idealnya dapat diminimalkan demi menjaga kebersamaan umat.

Melalui penerapan matla’ global, cita-cita persatuan umat diharapkan semakin mendekati kenyataan. Gagasan ini tidak hanya menjadi solusi atas perbedaan yang selama ini terjadi, tetapi juga mencerminkan semangat integrasi antara nilai keagamaan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, langkah ini dapat menjadi fondasi penting menuju terwujudnya ummatan wahidah yang kokoh, harmonis, dan berkemajuan. {*}
.
*) A. Mukhtar Hadisaputra, Sekretaris Majelis Perbendaharaan Waqaf dan Aset Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur.

Tags: KHGTMatla' GlobalUmmatan Wahidah

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
Upaya HISKI Perluas Horizon Kajian Sastra dan Budaya melalui Penerbitan

HISKI dan Penulisan Sejarah Sastra Indonesia: Dari Proyek Akademik ke Gerakan Kultural

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In