SIDOARJO (RadarJatim.id) –– “Alhamduillah saya sangat bersyukur sekali, setelah dinyatakan berhasil mendapat Golden Ticket S1 Program Studi Antropologi Unair Surabaya”.
Itulah ungkapan pertama kali Alifiah Mumtaz Tsabitah siswi kelas XII SMA Progresif (SMASIF) Sidoarjo usai diterima pada pengumuman penerimaan S1 jalur Golden Ticket Unair Surabaya, Jumat (27/3/2026) siang.
“Saya sangat terinspirasi oleh Quotes Soekarno, (Bung Karno) presiden RI Pertama. Yaitu ‘Bermimpilah Setinggi Langit, Jika Engkau Jatuh, Kau Akan Jatuh Di Antara Bintang- Bintang. Sehingga perlu menyusun strategi yang jelas,” ungkapnya.
Pencapaian ini kembali membuktikan bahwa Smasif Sidoarjo menjadi sekolah yang konsisten tiap tahun mengantarkan siswanya berhasil meraih Golden Ticket Unair Surabaya.
Karena keberhasilan Alifiah bukan yang pertama bagi sekolah ini. Dari tahun ke tahun, Smasif selalu memiliki siswa yang lolos melalui jalur Golden Ticket Unair.
“Tradisi prestasi ini menjadikan Smasif sebagai salah satu sekolah swasta unggulan yang diperhitungkan dalam dunia pendidikan nasional,” ungkap Humas SMASIF Sidoarjo Ustadzah Nasywa Imtiyas, pada (28/3/2026) pagi.
Menurutnya, pendaftar Golden Ticket Unair Surabaya sebanyak 3.855 siswa dari berbagai sekolah di Indonesia, sedangkan yang dipilih hanya 68 siswa untuk mendapatkan Golden Tiket tersebut.
“Alhamdulillah Alifiah Mumtaz Tsabitah, siswa Smasif salah satu siswa yang terpilih,” terangnya.
Bagi sebagian orang, memilih Antropologi mungkin terasa tidak lazim. Namun bagi Alifiah, keputusan itu sudah matang sejak awal. Ia sendiri yang memilihnya.
“Sudah bukan wacana lagi kalau jurusan itu di Unair memang bagus secara kualitas akademiknya. Oleh karena itu, saya di awal ingin menarget masuk di Antropologi Unair,” jelas Alifiah.
Program Studi Antropologi Universitas Airlangga dikenal memiliki kurikulum yang kuat dan relevan dengan isu-isu sosial-budaya kontemporer, menjadikannya pilihan yang diminati banyak calon mahasiswa.
Saya menyadari bahwa jalur Golden Ticket tidaklah mudah. Peminatnya banyak, persaingannya ketat. Namun saya tidak tinggal diam, dan selalu berusaha dalam banyak hal.
Sejak jauh-jauh hari aktif mengikuti berbagai kompetisi dan olimpiade. Strateginya jelas, mengumpulkan sertifikat kejuaraan yang dapat digunakan sebagai portofolio dalam proses pendaftaran. “Langkah ini terbukti efektif dan menjadi kunci keberhasilannya,” katanya.
Dengan sistem pembinaan para guru dan dukungan dari ekosistem pembelajaran di Smasif, akhirnya ia berhasil meraih kampus impiannya.
“Semoga dengan keberhasilannya, bisa menjadi contoh dan semangat siswa lain untuk mengejar kampus impiannya,” harap Ustadzah Nasywa Imtiyas.(mad)







