SIDOARJO (RadarJatim.id) — Ingin menjadi pembuka jalan bagi adik kelasnya dua siswa kelas XII SMK Yapalis Sidoarjo berhasil menembus, diterima masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ternama melalui jalur Golden Ticket, yakni ITS dan Unair Surabaya.
Dialah Dimas Dwi Maulana Rizqyanto kelas XII TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) 1 diterima S1 Sistem Informasi Unair Surabaya, dan Muhammad Rizki Norulloh kelas XII DKV (Desain Komunikasi Visual) 2 diterima S1 Teknik Desain Industri.
Ditemui di sekolahnya pada (30/3/2026) pagi, kedua siswa yang berprestasi tersebut mempunyai keingingan yang sama, yakni ingin membuka jalan bagi adik-adik kelasnya nanti untuk bisa menembus kuliah di PTN ternama.
Dia mengungkapkan selama ini memang belum ada yang bisa menembus di PTN ternama dengan jalur Golden Ticket. “Semoga jalan yang telah kita buka ini, nantinya bisa diikuti oleh adik-adik kelas generasi berikutnnya,” doa Dimas dan Noru_sapaan akrabnya.
Selain itu, menurut Dimas, motivasi melanjutkan kuliah di Unair Surabaya adalah ingin membayar mimpi Ibunya, yang pernah ingin masuk Unair tetapi belum rezekitnya. “Pencapaian akademik ini adalah penuntasan janji dan pembayar mimpi lama sang ibu,” ungkapnya.
Ia bercerita bahwa ibunya dahulu pernah tiga kali mencoba mendaftar di universitas yang sama, namun keberuntungan belum berpihak.
Sebagai anak, Dimas memiliki tekad kuat untuk mewujudkan cita-cita ibunya yang sempat tertunda. “Alhamdulillah bisa teruwujud, senang dan bangga sekali rasanya. Ibu saya juga sangat senang dan bangga sekali,” jelas Dimas yang ingin meng umrohkan orang tuanya.
Selain alasan keluarga, Dimas membawa misi besar bagi sekolahnya. Belum ada alumni dari SMK Yapalis yang tercatat menjadi mahasiswa Unair. Dimas ingin menjadi ‘pembuka jalan’ agar adik-adik kelasnya kelak memiliki kepercayaan diri dan motivasi untuk menyusul jejaknya di kampus bergengsi tersebut.
Strategi yang dipesiapkan mendapatkan Golden Ticket tidak datang secara instan. Ada beberapa langkah strategis yang ia persiapkan jauh-jauh hari, termasuk beberapa prestasi yang telah diraihnya.
Koleksi prestasi selama tiga tahun di SMK Yapalis, Dimas aktif mengikuti berbagai kompetisi untuk membangun portofolio yang kuat.
Ia pernah mengikuti ajang Airlangga Education Expo (AEE) dan berburu war ticket on-site untuk mendapatkan informasi dan peluang langsung dari pihak universitas.
Dimas bukanlah siswa sembarangan. Ia memiliki spesialisasi di bidang teknologi informasi dan jaringan dengan prestasi yang membanggakan, di antaranya.
Juara 2 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Wilker 1 Jawa Timur bidang IT Network System Administration. Finalis Olimpiade Jaringan Mikrotik Tingkat Nasional mewakili Provinsi Jawa Timur. Finalis Bidang Cisco Networking INACOM yang diadakan oleh Universitas Negeri Jakarta.
Juga Sertifikasi Internasional, yaitu memiliki sertifikasi keahlian tingkat lanjut dari Mikrotik (MTCNA dan MTCRE).
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Noru_sapaan akrab Muhammad Rizki Norulloh. Ia mengungkapkan bahwa orang tuanya tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam bangku perkuliahan, sehingga mereka memiliki harapan besar agar Noru bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama.
Meskipun Rizki menempuh pendidikan di SMK Yapalis yang umumnya dipersiapkan untuk langsung bekerja, namun berkat dukungan dari sekolah, dan dukungan penuh dari orang tua serta saudara-saudaranya memantapkan niat Noru untuk tetap kuliah.
Keberhasilan Rizki telah dipersiapan matang sejak kelas 11 dan 12. Ia secara konsisten mengejar prestasi di bidang yang menjadi kegemarannya (passion), yaitu industri kreatif.
Beberapa prestasi tingkat nasional yang berhasil ia raih antara lain, Juara 1 Industrial Design Olympic Nasional 2025 kategori footwear (desain sepatu). Juara 1 National Game Footwear dalam kompetisi desain sepatu di Universitas Paramadina.
“Prestasi-prestasi inilah yang menjadi modal kuat saya untuk mendapatkan Golden Ticket di jurusan Teknik Desain Industri ITS,” kata Noru.
Salah satu hal yang membuat pencapaian ini sangat berkesan adalah, bahwa selama ini belum ada alumni dari SMK kami yang berhasil menembus ITS. “Jadi, saya merasa bangga bisa menjadi ‘pembuka pintu’ atau pendobrak bagi adik-adik kelas nantinya,” tegas Noru.
Ia berharap keberhasilannya dapat memotivasi siswa SMK lainnya untuk berani bermimpi masuk ke ITS. “Karena secara kurikulum memiliki kemiripan dengan SMK kami dalam hal fokus pada dunia praktik,” kata siswa yang bercita-cita ingin memberangkatkan ibadah haji dan umroh orang tuanya.(mad)






