GRESIK (RadarJatim.id) – Politeknik Semen Indonesia (Polteksi), salah satu lembaga pendidikan tinggi grup Semen Indonesia, terus melakukan terobosan dengan mengandeng dunia industri. Langkah ini dilakukan untuk menegaskan komitmen kampus, bahwa setiap lulusannya pasti kerja.
Sinergi dengan dunia industri itu tidak hanya sebatas pada perusahaan-perusahaan di dalam negeri, tetapi juga meluas hingga ke luar negeri. Bahkan, untuk memastikan, bahwa lulusannya terserap dunia kerja, baik di perusahaan atau berwirausaha, kampus yang ber-home base di bekas kawasan pabrik Semen Gresik ini memberikan pendampingan hingga satu tahun pasca-kelulusan mahasiswanya.
Penegasan itu disampaikan oleh Direktur Polteksi, Dr Erlina Diamastuti, SE, MSi, Ak, CSRA, CSP, CRA, ditemui seusai peresmian Gedung C Polteksi, Selasa (14/4/2026).
“Kami terus pantau lulusan kampus ini hingga ada kepastian, bahwa mereka sudah terserap di dunia kerja, baik di perusahaan-perusahaan atau industri, maupun yang berwirausaha. Karena itu, selama setahun setelah lulus, kami berikan pendampingan hingga mereka benar-benar bekerja. Ini sesuai dengan motto kami: Polteksi Pasti Kerja!” tandas Erlina.
Hadir dalam peresmian Gedung C di kompleks kampus Polteksi ini, di antaranya Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, pejabat di Dinas Tenaga Kerja Pemkab Gresik, perwakilan anak usaha Semen Indonesia, juga mitra kerja sama Polteksi dari Belanda dan Jepang.
Erlina mengaku, bersamaan dengan momentum HUT ke-4, Polteksi bisa dibilang masih balita. Namun, tegasnya, kampus yang dipimpinnya mempunyai obsesi besar untuk berkontribusi dalam dunia kerja. Lulusan angkatan pertama, tahun lalu misalnya, 100 persen sudah terserap di dunia kerja.
“Kami terus melakukan kerja sama dengan para pelaku bisnis atau industri untuk menyiapkan lapangan kerja bagi mahasiswa lulusan kami,” tandasnya seraya menambahkan, untuk mitra luar negeri, pihaknya sudah menandatangan MoU dengan sejumlah perusahaan di Cina dan Jepang, dan segera dijajaki dengan perusahaan di Thailand.
Karena itu, untuk melengkapi kompetensi para mahasiswanya, selain aspek akademis yang diperkuat dengan sertifikasi resmi, Polteksi juga mewajibkan mahasiswanya untuk menguasai Bahasa Mandarin, Jepang, dan Inggris. Itu semua dilakukan untuk membekali mahasiswanya terampil dalam berkomunikasi, yang pada gilirannya memudahkan mereka memasuki dunia kerja.
Sementara Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, beberapa saat sebelum meresmikan Gedung C Polteksi menegaskan, peresmian gedung baru Polteksi bukan sekadar menambah sarana/prasarana dan daya tampung mahasiswa, tetapi harus menjadi simbol komitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kontribusi, khususnya dalam perannya sebagai lembaga yang menyiapkan tenaga kerja yang terampil di bidangnya.
“Kampus harus mampu mencetak SDM (sumber daya manusia, Red) yang cerdas secara akademis dan keterampilan yang siap memasuki dunia kerja. Karena itu Pemkab Gresik mendukung penuh pendidikan vokasi, termasuk di Polteksi ini,” jelas Wabup Alif.
Karena itu, dalam kerangka penyiapan SDM yang andal dan siap memasuki dunia kerja itu, Pemkab Gresik, menggandeng beberapa asosiasi bisnis, di antaranya Kadin, HIPMI, juga Apindo untuk memberikan pelatihan teknis dan pendampingan, khususnya terhadap luluan SMA dan sederajat, sebelum benar-benar siap memasuki dunia kerja. (sto)







