SIDOARJO (RadarJatim.id) — Di tengah tengah jaman kemajuan teknologi semakin canggih ini, digitalisasi semakin membahana. Namun di SMP Negeri 5 Sidoarjo, seni budaya tradisional, khususnya seni karawitan masih terdengar lantunan gendhing-gendhing dan langgamnya.
Seni budaya kearifan lokal Sidoarjo ini bisa membentuk kekuatan budaya dan karakter SDM nya. “Hal ini bisa dilihat di sekolah yang memiliki kredibilitas, dan integritas dalam memajukan seni budaya di Sidoarjo,” tutur Plt Kepala SMP Negeri 5 Sidoarjo Ikromilah Yety Prastuti, S.PSi.,M.Pd.
SMP Negeri 5 Sidoarjo, dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo ini merupakan sekolah LICI (Layanan Individual Cerdas Istimewa) atau sekolah yang menyelenggarakan sistem kredit semester, hanya dua tahun.
Namun demikian, selayang dengan sekolah yang memiliki pelayanan tinggi terhadap masyarakat, dan pula masyarakat juga menaruh kepercayaan tinggi terhadap sekolah ini, maka kualitas program sekolah harus juga berbobot.
Termasuk juga salah satu program sekolah yaitu Ujian Praktek. Tahun 2026 ini ujian Praktek diadakan di sekolah sendiri, yang tahun lalu diadakan di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. “Antusias siswa-siswi dan juga wali murid begitu gemebyar dalam mempersiapkannya. Ujian Praktek tahun ini hanya diikuti oleh kelas LICI, dan kelas reguler mengikuti Ujian Praktek Prakarya,” katanya.
Sementara itu, untuk seni karawitan ini juga wajib, karena sudah menjadi mata pelajaran yang diajarkan mulai dari kelas 7 sampai dengan kelas 9, selama dua tahun.

Menurut guru seni budaya, Murlan, S.Sn Gr menambahkan kalau materi yang disajikan berbentuk Gending setingkat Lancaran, yaitu Lancaran Penghijauan, Laras Slendro Pathet Manyura.
“Juga ada Lancaran Suwe Ora Jamu, Laras Slendro Pathet Sanga dan Lancaran Sluku-Sluku Bathok Laras Slendro Pathet Nem. Selain itu, siswa-siswi juga wajib memakai pakaian Adat Jawa, karena termasuk unsur yang dinilai,” jelas Pak Murlan_sapaan akrabnya.(mad)






