SIDOARJO (RadarJatim.id) Cakupan layanan air bersih di Kabupaten Sidoarjo saat ini masih perlu dimaksimalkan. Salah satu upaya meningkatkan layanan air bersih ini salah satunya dengan peningkatan produksi air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tawangsari, Taman, Sidoarjo.
“Kapasitas produksi IPA Tawangsari mencapai sekitar 850 liter per detik dan menjadi salah satu yang terbesar,” ujar Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol.
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini menyampaikan kualitas air dari Sungai Pelayaran yang menjadi sumber IPA Tawangsari lebih jernih dibandingkan sumber bahan baku lain seperti Sungai Brantas. Hal ini tentu menjadi potensi yang perlu dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Tinggal bagaimana pengelolaan debit, terutama saat musim kemarau yang sering menurun,” tambahnya.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo ini menyoroti pentingnya manajemen pintu air oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar pasokan air tetap di sungai Pelayaran bisa stabil. Termasuk meminta perbaikan infrastruktur seperti pelengsengan yang mengalami keretakan agar tidak terjadi kebocoran air.
Anggota DPRD Kabupaten Sidaorjo Fraksi Partai Gerindra Sidoarjo, H Prtama Yudhiarto, SH dari daerah pemilihah Taman-Sukodono ditempat yang sama menyampaikan pihaknya mendukung peningkatan pelayanan air minum untuk warga Sidoarjo. Salah satu upaya ini dilakukan dengan anggaran dari pokok pikiran dewan dialokasikan untuk membersihkan saluran air di sungai pelayaran yang menjadi bahan baku air di IPA Tawangsari.
“Kita sudah alokasikan pokir untuk pembersihan di sungai Pelayaran. Masukan dari Bapak BHS, pembersihan sungai di tempat itu minimal bisa dua kali dalam setahun,” kata Mas Tama, pangilan akrab H Prtama Yudhiarto, SH.
Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo dari Fraksi Partai Gerindra Sidoarjo, Ir. H Supriyono, SH, MH menambahkan peningkatan cakupan layanan air minum tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga dukungan anggaran dan pembenahan sumber daya manusia.
“Cakupan layanan air minum di Sidoarjo masih sekitar 37 persen. Kami dorong bisa naik hingga 50 persen, tapi itu butuh sinergi, baik dari sisi anggaran, SDM, maupun dukungan pemerintah pusat,” ujar Supriyono.
Sementara itu, Direktur Operasional PDAM Delta Tirta Sidoarjo Syaifudin, mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan langkah konkret untuk memperluas layanan, termasuk dukungan pemerintah daerah melalui anggaran APBD.
“Tahun ini kami mendapat bantuan untuk sekitar seribu sambungan rumah. Harapannya, ke depan dukungan ini terus meningkat agar cakupan layanan bisa bertambah signifikan,” katanya.
Termasuk membuka peluang kerja sama dengan investor untuk mempercepat pengembangan jaringan air minum di Sidoarjo. Optimalisasi sumber air baku seperti IPA Tawangsari dan dukungan lintas sektor, juga diharapkan ada peningkatan layanan air minum yang lebih merata bagi masyarakat, khususnya di wilayah barat dan tengah Sidoarjo. (RJ)







