KEDIRI (RadarJatim.id) – Sebanyak 47 pekerja proyek mengikuti pelatihan penanggulangan kebakaran yang digelar di Proyek LMA KSO Seksi 1 Akses Tol Bandara Kediri, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan pekerja dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja.
Pelatihan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari teori dasar tentang api hingga praktik langsung di lapangan.
Sejumlah simulasi yang dilakukan meliputi penanggulangan kebocoran gas, teknik pemadaman tradisional, serta penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
“Proyek konstruksi memiliki potensi bahaya kebakaran yang cukup besar. Karena itu, pekerja perlu dibekali kemampuan dasar agar dapat melakukan penanganan awal sebelum bantuan datang,” ucap Kaleb.
Selain itu, peserta juga dilatih membentuk formasi regu pemadam kebakaran guna meningkatkan koordinasi saat menghadapi kondisi darurat. Praktik lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan peserta memahami sekaligus mampu menerapkan prosedur penanganan kebakaran secara tepat.
Kaleb menambahkan, pelatihan ini penting sebagai upaya meminimalkan risiko kebakaran, terutama di kawasan proyek yang memiliki potensi bahaya tinggi.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam penanggulangan kebakaran, sehingga dapat bertindak cepat dan tepat saat terjadi kondisi darurat,” ujar Kaleb.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan pihak proyek perlu terus diperkuat untuk memastikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berjalan optimal.
“Keselamatan kerja menjadi prioritas utama. Dengan kesiapan SDM yang baik, risiko dapat ditekan dan penanganan bisa dilakukan secara lebih efektif,” kata dia.
Penyelenggara menyebutkan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan kondusif dan lancar. Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat penerapan K3, khususnya pada proyek infrastruktur strategis seperti akses tol menuju Bandara Kediri. (Nasrul)






