SIDOARJO (RadarJatim.id) — Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo (UMAHA) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas SDM akademik dengan menyelenggarakan Workshop Akselerasi Kenaikan Jabatan Akademik Dosen (JAD) melalui Publikasi Ilmiah.
Kegiatan ini digelar di lingkungan Kampus Umaha dengan menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang publikasi ilmiah dan pengembangan karier dosen Fitri Marisa, S.Kom., M.Pd., Ph.D. dari Universitas Widya Gama Malang dan Ir. Nurul Aziza ST., MT., ASEAN Eng dari Umaha pada (29/4/2026) pagi di Gedung Rektorart Umaha.
Diikuti oleh para dosen dari berbagai fakultas, yang memiliki target untuk meningkatkan jenjang jabatan akademiknya, mulai dari Asisten Ahli hingga Lektor Kepala. Peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi penulisan artikel ilmiah, pemilihan jurnal bereputasi, hingga teknik menembus publikasi di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi.
Rektor Umaha yang diwakili oleh Wakil Rektor II Dr. Dheasy Herawati, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator utama dalam penilaian kinerja dosen, sekaligus syarat penting dalam proses kenaikan jabatan akademik.
Oleh karena itu, workshop ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mengatasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi dosen, seperti kesulitan dalam menyusun artikel ilmiah yang sesuai standar jurnal maupun proses submit dan review.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semoga bisa memberikan wawasan dan dampak positif bagi para dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, sehingga proses kenaikan JAD dapat berjalan lebih cepat dan terarah,” harapnya.
Dalam paparan materinya, Nurul Aziza menekankan kepada regulasi yang sering berubah ubah di tiap tahunnya. “Bapak ibu, berdasarkan regulasi terbaru tahun 2026 publikasi dengan penulis tunggal (single author), tidak dapat digunakan sebagai syarat khusus kenaikan jabatan akademik dosen,” jelas dosen kewirausahaan yang sekaligus menjabat sebagai Direktur SDM Umaha.
Sementara itu, pemateri kedua Fitri Marisa juga memberikan pencerahan kepada para peserta workshop tentang artikel syarat khusus. “Untuk Lektor bapak ibu, jurnal Nasional bereputasi minimal Sinta 3, sedangkan Lektor Kepala Jurnal Nasional bereputasi minimal Sinta 2, dan untuk Guru Besar jurnal Internasional bereputasi minimal Scopus Q2, SJR 0,25 dan Scopus Q3, SJR 0,20,” jelasnya.
Selain sesi pemaparan materi, workshop ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, bahkan aktif berdiskusi terkait pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam publikasi ilmiah. Nampak dari beberapa dosen banyak yang bertanya tentang kendala submit dan tips agar lolos dalam publikasi karya ilmiahnya.

Diantaranya pertanyaan dari Dr. Dhofirul Yahya, S.Pd., Lc, M.H.I tentang rumpun ilmu ? “Saya mengajar Mata kuliah Agama, namun home base saya di fakultas Teknik, apakah artikel saya harus murni dengan mata kuliah yang saya ajarkan ?” tanya dosen yang akrab dipanggil dengan ustadz Dhofir.
Dengan penuh semagat pemateripun menjawab dengan terang bahwa yang terpenting karya ilmiah dosen harus serumpun atau sesuai dengan bidang ilmunya, tidak boleh loncat loncat. Meskipun home basenya di manapun.
Kegiatan workshop ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Umaha dalam mendorong budaya akademik yang kuat, khususnya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan semakin banyak dosen Umaha yang berhasil meningkatkan jabatan akademiknya, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.(mad)







