SIDOARJO (RadarJatim.id) — SMA Al Muslim Jawa Timur menghadirkan konsep kelulusan yang berbeda dan penuh nilai kebermaknaan, melalui kegiatan GraduAction 2026, adalah Graduate with Impact, pada (4/5/2026).
Mengusung tema “The Last Bell, The First Impact”, kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga momentum awal bagi siswa kelas XII untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dengan berbagi ilmu pengalaman untuk menumbuhkan kepekaan sosial.
Kepala SMA Al Muslim, Dr. Mahmudah, S.Ag., M.Pd. menegaskan bahwa konsep kelulusan tahun ini dirancang untuk menghadirkan nilai tambah bagi peserta didik. Kelulusan siswa kelas XII tidak hanya diekspresikan melalui kegiatan seremonial, akan tetapi diwujudkan dalam aksi nyata dengan berbagi ilmu dan pengalaman, melalui kegiatan personal assistant dan Graduate with Impact.
“Pengalaman ini memberikan manfaat bagi siswa untuk menumbuhkan sikap empati dan kepedulian sosial,” tegasnya.
Mereka siswa kelas XII terjun langsung ke tengah masyarakat melalui berbagai program pengabdian. Salah satunya adalah kegiatan edukasi ecoenzim kepada siswa SMP Negeri 1 Waru.
Di sana, para siswa memberikan pemahaman mengenai manfaat ecoenzim serta memandu praktik pembuatannya. Produk ecoenzim yang dihasilkan dapat digunakan sebagai sabun cuci piring, pembersih kaca, hingga pembersih lantai. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini serta mendorong gaya hidup berkelanjutan.
Selain itu, juga mengimplementasikan melalui program Personal Assistant (PA), para siswa mendapat pengalaman belajar yang unik dengan menjalankan peran sebagai guru di berbagai unit pendidikan Al Muslim, mulai dari KB/TK hingga SMA. Mereka merasakan langsung dinamika, tantangan, serta tanggung jawab seorang pendidik.
Abil, PA di SD Al Muslim, mengungkapkan, selama saya menjadi PA di SD Al Muslim, saya mulai mengetahui sisi yang dialami oleh guru. “Ternyata sangat susah mengondisikan kelas dan mengajarkan materi secara bersamaan. Ini menjadi evaluasi untuk diri saya ke depannya.” ujarnya
Senada dengan itu, Fayyad, PA di SMP Al Muslim, menambahkan, banyak hal yang saya anggap mudah ternyata tidak semudah itu, seperti mengondisikan kelas dan berbicara di depan siswa. “Perlu energi dan kesabaran yang besar. Kegiatan ini membantu kami melihat sisi lain perjuangan guru,” ungkapnya.
Pengalaman berharga juga dirasakan Nayla yang bertugas di unit Tilawati dan Nabila yang menjalankan tugas di KB/TK. Mereka mengaku mendapatkan pelajaran tentang kesabaran, kreativitas, serta kemampuan komunikasi dalam menghadapi siswa usia dini. “Kebersamaan menjadi kunci dalam mewujudkan harapan. Saya berharap program ini terus berkembang untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif,” harap Nabila.

Dari sisi pendidik, kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi. Ustaz Rifqi menyampaikan bahwa program PA menciptakan ruang kolaborasi yang produktif antara guru dan siswa. “Siswa dilatih mengelola waktu, berkoordinasi, serta mengambil keputusan dengan tanggung jawab. Guru berperan sebagai mentor yang menguatkan kemandirian dan karakter profesional mereka,” jelasnya.
Ustazah Ida, guru SMP Al Muslim, juga memberikan penilaian positif terhadap peserta PA, “Aditya sangat kooperatif, interaktif, dan komunikatif. Ia membantu menyusun pembelajaran serta menghadirkan ide-ide kreatif seperti game interaktif. Kehadirannya sangat berkesan bagi siswa kelas 7 dan menumbuhkan motivasi bagi adik-adiknya, khususnya kelas IX,” katanya
Sebagai penanggung jawab kegiatan, Ustazah Siska menegaskan bahwa GraduAction 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman yang relevan dengan kehidupan nyata. “Kami ingin momen kelulusan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi titik awal bagi siswa untuk memberikan dampak nyata bagi sekitar,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi refleksi di unit SMA. Dalam sesi ini, siswa diajak mengevaluasi seluruh proses yang telah dijalani, serta menginternalisasi nilai-nilai penting seperti rasa syukur, tanggung jawab, empati, dan komitmen untuk berkontribusi.(mad)







