KEDIRI (RadarJatim.id) — Tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik di Kota Kediri dalam enam hari terakhir. Kondisi ini terjadi akibat terhambatnya distribusi sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), karena akses jalan diblokade oleh warga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Indun Munawaroh, mengatakan, gangguan layanan persampahan dipicu oleh pemblokadean akses menuju TPA di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto oleh warga sejak Kamis (2/4/2026) lalu.
“Selama enam hari ini memang terjadi gangguan. Namun, kami pastikan tidak ada sedikit pun niatan dari Pemerintah Kota untuk mengabaikan pelayanan. Ini murni karena kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan,” ujar Indun, saat ditemui, Selasa (7/4/2026).
Akibat penutupan akses tersebut, pengangkutan sampah dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tidak dapat dilakukan secara maksimal. Dampaknya, terjadi penumpukan sampah di berbagai titik di wilayah Kota Kediri.
Indun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan tersebut. Ia menegaskan, Pemkot Kediri terus berupaya mencari solusi agar distribusi sampah dapat kembali normal.
Di sisi lain, DLHKP juga meluruskan informasi yang beredar terkait dugaan pernyataan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengenai pemberian kompensasi sebesar Rp 2 juta kepada warga terdampak.
“Tidak ada pernyataan dari Mbak Wali terkait pemberian kompensasi sebesar Rp 2 juta. Informasi tersebut tidak benar,” tegasnya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Kediri disebut tetap memberikan kompensasi kepada masyarakat di sekitar TPA sesuai ketentuan yang berlaku, mengacu pada Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Saat ini, pemerintah kota mengedepankan upaya dialog dengan warga guna membuka kembali akses menuju TPA. Pertemuan dengan perwakilan warga direncanakan dilakukan untuk mencari titik temu.
“Harapannya, melalui mediasi ini akses bisa segera dibuka sehingga pelayanan persampahan kembali normal,” ungkap Indun. (rul)







