SIDOARJO (RadarJatim.id) — Ratusan warga bersama tim penyuluh KB wilayah Kecamatan Sukodono Sidoarjo antusias Sosialisasi KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) Bangga Kencana yang merupakan program BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), pada Selasa (1/8/2023) di Aula SMP Wijaya Sukodono Sidoarjo.
Kegiatan yang terfokus pada penanganan masalah Stuting tersebut dibuka langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Arzeti Bilbina, M.A.P dengan didampingi Pembina Program Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Jatim, Sukamto SE, M.Si, Kabid KBKK Sidoarjo Rahmat Satriawan serta Kepala SMP Wijaya Sukodono, Yennis Fitriyan, SE M.Pd serta jajaran terkait.
Kehadiran politisi PKB itu sangat ditunggu-tunggu oleh peserta yang didominasi oleh para ibu-ibu muda, juga sebagian para penyuluh KB wilayah Kecamatan Sukodono, yang langsung menyerbu untuk jabat tangan maupun foto selfie. Usai menyanyikan lagi Indonesia Raya, Arzeti langsung memimpin bernyanyi Mars KB dengan serentak dan penuh semangat.
Arzeti Bilbina juga sangat berharap anak-anak usia remaja, atau usia sebelum memasuki masa menikah diharap bisa mendapatkan ilmu pra nikah dengan sebaik-baiknya. “Makanya anak-anak sekolah setingkat SMA sangat perlu sekali dibekali ilmu bagaimana cara mencegah terjadinya stunting. Dengan demikian targetnya tidak 14 persen lagi, kalau bisa nol persen,” harap Arzeti.

Pembina Program Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Jatim, Sukamto juga menjelaskan tentan apa itu stunting, adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang. Sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak, oleh karena itu dalam 1000 hari pertama kehidupan ini menjadi perhatian khusus oleh pemerintah.
Lanjutnya, karena stunting dalam jangka panjang berdampak buruk, tidak hanya terhadap tumbuh kembang anak, tetapi juga terhadap perkembangan emosi yang berakibat pada kerugian ekonomi.” Mulai dari pemenuhan gizi yang baik, selama 1000 hari pertama kehidupan anak hingga menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Wijaya Sukodono Yennis Fitriyan menjelaskan kalau peserta sosialisasi ini adalah guru-guru dari SMP Wijaya, dari masyarakat setempat, para Kader KB termasuk juga para wali murid. Mulai dari PAUD, TK dan RA yang ada di wilayah Sukodono. Dengan harapan mereka bisa menambah wawasan dalam penanganan atau mencegah terjadinya stunting. “Pada intinya untuk menambah wawasan bagi ibu-ibu, khususnya tentang stunting,” harap Yennis.(mad)







