• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Sabtu, 7 Maret 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Esai/Kolom

Bahagia yang Berjarak

by Radar Jatim
2 Juli 2024
in Esai/Kolom
0
Bahagia yang Berjarak
66
VIEWS

Oleh Adriono

Kemarin sore saya iseng nonton ANTEVE, film “Mahabharata” versi India. Dengan menyaksikan acak sembarang episode, tetap saja saya menemukan banyak makna serta pesona sastranya.  Agar tidak lepas dari ingatan, saya mencoba “mengikatnya” dengan tulisan berikut ini. Siapa tahu ada manfaatnya.

Hati Kunti berbunga-bunga. Wajahnya berbinar meski tanpa senyuman. Wajar dia bahagia, sebab esok hari anak sulungnya yang bernama Yudistira, bakal dinobatkan menjadi Pangeran Mahkota Hastinapura. Sore itu Kunti tengah menyodorkan nampan berisi kain kepada adik iparnya, Gandari. Kain yang terindahlah yang bakal disampirkan ke pundak si sulung Pandawa itu, saat upacara seremoni nanti.

Gandari menerima nampan itu, lalu jemarinya meraba-raba permukaan kain. Diapun berucap: “Kakak Ipar, tolong bantu aku untuk memilih kainnya.”  Yang dimintai tolong menolaknya dengan halus.

“Mataku tidak bisa melihat,” desak Gandari. Semenjak menikah dengan Raja Destarastra yang tunanetra, dia memang bersumpah menutup matanya dengan kain merah. Selamanya.

“Tapi engkau adalah permaisuri, lebih berhak melakukannya,” jawab Kunti beralasan.

“Ini bukan soal hak, tetapi soal kelayakan,” balas Gandari.

Kita tahu, secara formalitas Destarastra memegang tampuk kepemimpinan. Sehingga, kalau mau, dia punya kuasa untuk meletakkan mahkota di atas kepala anak kandungnya, Duryudana.  Tetapi Destarastra dengan berat hati mencoba berlaku adil: menyiapkan penyerahan “tahta titipan” itu kepada pewaris sah dinasti Kuru. Meski keputusan itu jelas bikin kecewa berat anak kandungnya sendiri.

“Jikalau engkau mau, aku bisa meminta agar anakmu Duryudana saja yang menjadi pangeran mahkota,” Kunti menyodorkan solusi.

Gandari menggeleng karena dia menyadari secara garis keturunan maupun secara kompetensi, lima putra Kunti lebih layak menjadi calon pemimpin negeri. Tetapi dia gagal menyembunyikan suasana hatinya.

“Tetapi kau terlihat sedih?” kata Kunti lirih.

“Dirimu bahagia karena anakmu akan menjadi pangeran mahkota. Tapi ketika hal itu membuat cita-cita anakku kandas, saya berhak untuk bersedih. Kita sama-sama wanita, sama-sama punya putra,” ujar Gandari seraya bergerak menjauh. Mencoba menghindari percakapan lanjutan. 

“Mengapa sekarang kita jadi berjarak?” celetuk Kunti.

“Kebahagiaan memang bisa menciptakan jarak. Kesusahan dapat mendekatkan jarak,” jawab permaisuri dan bersicepat pergi.

Begitulah. Ungkapan Gandari menarik. Ya, kesusahan dapat mendekatkan jarak antara orang satu dengan orang yang lain. Mungkin hal itu karena diikat oleh perasaan senasib, lantas  mereka mendekat, saling curhat, lantas bersahabat. Sebaliknya kebahagiaan seseorang kadang justru menciptakan jarak antar pribadi dengan pribadi lain, meski sebelumnya mereka sudah akrab.

Sejumlah orang diam-diam sengaja mengambil jarak dengan saudara atau teman yang tengah memperoleh kebahagiaan, kekayaan, kemenangan, ataupun kekuasaan. Kita kadang juga enggan datang menghadiri pertemuan keluarga besar, reuni sekolah, atau menyambung silaturahmi, lantaran dirambati sedih dan malu lantaran merasa nasib kita tidak seberuntung mereka. Atau tahu-tahu terbit rasa jealous begitumenyaksikan orang lain sukses, meskipun kita tidak mau mengakuinya. (*)

Penulis adalah pemerhati masalah sosial budaya, tinggal di Sidoarjo.

Tags: esai mahabharatamahabharata

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
“Huble Leadership” Menggugah Semangat Masyarakat

“Huble Leadership” Menggugah Semangat Masyarakat

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In