SIDOARJO (RadarJatim.id) – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol meninjau kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Suko, Sidoarjo dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk selama Ramadan, Kamis (26/2/2026). BHS ingin memastikan dan melihat secara langsung operasional SPPG apalah sudah memenuhi standar, baik dari sisi kualitas makanan, higienitas, hingga dampak ekonominya bagi masyarakat sekitar.
“Saya hadir di SPPG Suko yang ada di Sidoarjo untuk melihat kesiapan dalam melayani makan bergizi gratis. Di sini ada 6.000 penerima manfaat yang disiapkan setiap harinya,” kata BHS.
Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini saat tiba dilokasi langsung meninjau area tempat kedatangan bahan makanan dan minuman, tempat penyimpananan bahan, tempat masak hinggga pengemasan makanan dan tempat membersihkan kotak MBG.
Dirinya merasa kagum atas kondisi dilokasi yang dinai sudah memenuhi standar yang sudah ditentukan bahkan dinilai sudah diatas standar tempat masak di hotel bintang empat. Penasehat Utama PT Dharma Lautan Utama ini menilai program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Di SPPG Suko ini menyerap sedikitnya 47 tenaga kerja, belum termasuk tenaga pendukung lainnya. Secara ekonomi ini sangat bagus karena menyerap banyak tenaga kerja. Bahan baku yang digunakan juga berasal dari sekitar Sidoarjo, sehingga ekonomi daerah pasti tumbuh dan berkembang,” terang Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim ini.
Mengenai program MBG, BHS menyebutkan bahwa hal itu juga ikut mendukung pertumbuhan ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mengalami kenaikan dari sekitar 5,1 persen menjadi 5,9 persen. Program MBG juga memberi kontribusi nyata terhadap perputaran ekonomi, khususnya di sektor pangan dan jasa.
Sedangkan khusus di bulan ramadhan ini, BHS menekankan kesiapan layanan MBG selama bulan puasa jika makanan yang disiapkan layak dijadikan bekal berbuka puasa bagi para siswa.
“Dari gizinya, rasanya, hingga variasinya, semua layak dan diminati anak-anak. Standarisasi dan sterilisasi di sini juga luar biasa,” tegasnya.
pihaknya mengingatkan agar kualitas layanan tetap dijaga secara nasional. Jangan sampai ribuan SPPG yang telah berjalan baik tercoreng akibat kelalaian segelintir pihak.
“Jangan sampai SPPG yang bagus-bagus seperti ini dirusak oleh satu atau dua yang gagal memberikan pelayanan hingga terjadi makanan busuk dan sebagainya. Kalau ada kelalaian atau kesengajaan, harus diproses sesuai hukum,” tegasnya.
Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo dari Fraksi Gerindra, H Supriyono, SH yang ikut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan keberadaan SPPG harus disikapi positif oleh pemerintah daerah, terutama dalam aspek penyediaan bahan baku.
“SPPG ini harus dipandang positif oleh pemerintah, terutama dinas pertanian dan dinas terkait lainnya. Kebutuhan bahan bakunya sangat besar,” kata Supriyono.
Pihaknya mendorong agar Pemkab Sidoarjo segera menyusun master plan penyediaan bahan baku, termasuk penguatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), agar kebutuhan SPPG dan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi lokal.
“Kita tidak bisa hanya bicara soal kenaikan harga saat hari besar nasional. Sumber produksinya juga harus disiapkan. LP2B perlu diperkuat dengan regulasi agar bantuan pemerintah masuk dan petani tidak tergoda menjual lahannya,” tegasnya.
Perwakilan Mitra dari SPPG Suko, Suhartono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan anggota Komisi VII DPR RI, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol. Dimana kehadiran BHS dinilai memberi semangat tambahan bagi seluruh tim.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan Pak BHS. Masukan dan wawasan yang diberikan sangat bermanfaat, nak-anak dan tenaga kerja jadi semakin semangat,” ujarnya.
Ia memastikan, sebanyak 47 sumber daya manusia (SDM) terlibat aktif dalam operasional harian untuk melayani ribuan penerima manfaat. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola, SPPG Suko diharapkan mampu menjadi model pelayanan MBG yang tidak hanya memenuhi standar gizi dan keamanan pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal di Sidoarjo. (RJ/RED)







