SIDOARJO (RadarJatim.id) Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Ir.H.Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS) memberikan peringatan keras dan memwarning agar tidak ada main-main dalam proyek perbaikan jalan. Penegasan ini disampaikan BHS seusai meninjau kerusakan jalan RT 10 RW 04 di Desa Klagen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (18/3/2026) sore.
Kehadiran BHS setelah mendapatkan pengaduan jika di wilayah jalan yang baru saja diperbaiki ini kembali rusak dan memakan korban pengendara yang kerap terjatuh akibat jalan berlubang.
Pihaknya menilai kondisi tersebut sebagai indikasi kuat adanya ketidaksesuaian prosedur dalam proses pengerjaan. Ia menegaskan, kualitas pekerjaan infrastruktur tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
“Saya memwarning, jangan main-main dengan pekerjaan perbaikan jalan. Kalau jalan rusak sampai menimbulkan kecelakaan, itu bisa dituntut secara hukum. Bahkan bisa masuk ranah pidana. Ini tidak hanya soal kerugian anggaran, tapi juga nyawa manusia,” ujar BHS.
Dewan Pakar DPP Partai gerindra ini menegaskan pengaspalan yang dilakukan tapi tak berlangsung lama kembali rusak adalah indikasi tidak menggunakan prosedur yang benar. Sebab jika sesuai standar, sebelum pengaspalan harus ada pembersihan, penguatan pondasi, hingga proses pelapisan yang tepat tidak mungkin baru dua minggu diperbaiki tapi sudah rusak kembali.
“Saya akan cek apakah mereka memiliki sertifikasi kompetensi sesuai standar Kementerian PUPR. Kalau tidak punya, tidak layak mengerjakan proyek infrastruktur. Ini menyangkut keselamatan publik,” tegasnya.
Bahkan jika ada indikasi melanggar prosedur dalam pelaksanaannya, pihaknya meminta penegak hukum seperti Komisi Pemberantasasan Korupsi untuk ikut turun tangan. BHS juga menyinggung pentingnya penerapan standar teknis seperti yang pernah diterapkan di DKI Jakarta. Ia mencontohkan, dengan prosedur yang benar dan tenaga kerja tersertifikasi, jalan dapat bertahan hingga bertahun-tahun tanpa kerusakan berarti.
“Kalau dikerjakan dengan benar, jalan bisa bertahan sampai 10 tahun tanpa rusak. Ini yang harus kita kejar, bukan pekerjaan yang cepat rusak dan membebani anggaran daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RT 10 RW 04, Klagen mengatakan kerusakan jalan berlubang ini sudah sering memicu kecelakaan, terutama saat hujan karena lubang tertutup genangan air. Dalam satu kejadian bahkan pernah terjadi enam sampai 20 kali dalam sehari.
Warga sebenarnya sudah melakukan perbaikan mandiri sementara secara swadaya untuk mengurangi risiko kecelakaan. Namun akibat lalu lintas yang padat ditambah musim hujan, jalan itu kembali berlubang dan membahayakan.
“Kami menutup lubang seadanya pakai pasir dan bahan yang ada. Tapi ini hanya sementara. Kami berharap segera ada perbaikan yang benar agar tidak ada korban lagi,” katanya. (RJ/RED)







