SURABAYA (RadarJatim.id) – Peristiwa angin kencang dan gelombang pasang mendera pesisir timur Surabaya diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Masyarakat pun dihimbau lebih waspada.
Kepala BMKG Maritim Kelas II Tanjung Perak, Taufiq Hermawan mengatakan, fenomena itu disebabkan adanya perbedaan tekanan udara antara wilayah utara dan selatan Katulistiwa yang cukup signifikan. Akibatnya, kondisi medan angin secara regional menunjukkan pola fetch. Artinya, angin dengan arah konstan dalam area luas yang cukup panjang.
“Potensi peningkatan kecepatan angin semakin tinggi di sekitar pesisir,” ujarnya, Jumat (13/11/2020).
Berdasarkan data medan angin jam 12 UTC tanggal 11 November 2020, kata Taufiq, perbedaan tekanan mencapai 12 mb, di mana nilai tekanan di wilayah selatan mencapai 1020 hPa, sedangkan di sebelah barat Sumatera hanya 1006 hPa. Hal ini menyebabkan peningkatan kecepatan hembusan fetch, terutama yang masuk celah Selat Madura.
Terkait gelombang tinggi, Taufiq menjelaskan bahwa beberapa waktu ini memang kondisi pasang air laut maksimum menunjukkan peningkatan. Nah, pasang maksimum harian setinggi 80 – 110 cm dari MSL (Mean Sea Level : rata-rata tinggi muka air laut) termonitor terjadi mulai pukul 20.00-21.00 WIB.
Ketinggian pasang maksimum harian diprediksi akan mengalami peningkatan lebih tinggi mencapai 130 cm dari MSL pada tanggal 15-17 November 2020.
“Peningkatan kecepatan angin di pesisir timur Surabaya, memicu terjadinya peningkatan tinggi gelombang dalam skala lokal mencapai 1 meter. Kemudian bertepatan dengan pasang air laut maksimum, sehingga dapat menyebabkan banjir rob lebih tinggi di pesisir timur Surabaya,” urai Taufiq.
Oleh karenanya, masyarakat di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan. Khususnya, komunitas nelayan yang kemarin Rabu mengalami musibah angin kencang dan gelombang pasang. Air pasang bahkan sempat masuk ke rumah warga di Nambangan dan Bulak Cumpat, Kecamatan Bulak, Surabaya, terjadi di malam hingga dini hari.
“Masyarakat di wilayah pesisir Surabaya kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan dampak gelombang tinggi dan angin kencang serta terus memperhatikan informasi terkini dari BMKG Tanjung Perak melalui media informasi kami,” tegas dia.(Phaksy/Red)







