• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Rabu, 21 Januari 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Politik

Bumbung Kosong Itu Menarik, Tapi Tidak Asyik

by Radar Jatim
19 Mei 2024
in Politik
0
Perebutan Kursi Ketua DPRD Sidoarjo Mulai Memanas

Nanang Haromain, pengamat politik dan kebijakan publik Sidoarjo.

220
VIEWS

SIDOARJO (RadarJatim.id) – Wacana koalisi besar yang digagas oleh Bakal Calon Bupati-Bakal Calon Wakil Bupati (Bacabup-Bacawabup) H. Subandi-Hj. Mimik Idayana dalam rangka menciptakan peluang tanpa adanya kontestan atau melawan bumbung kosong pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sidoarjo terus bergulir di tengah-tengah masyarakat.

Nanang Haromain, pengamat politik dan kebijakan publik Sidoarjo mengatakan bahwa dalam konteks strategi pemenangan, memunculkan opini koalisi besar untuk melawan bumbung kosong itu sah-sah saja, Minggu (19/05/2024).

“Semakin banyak parpol (partai politik, red) lain bergabung, potensi untuk menang semakin besar. Termasuk didalamnya mengurangi kekuatan lawan di luar koalisi,” katanya.

Kampanye bumbung kosong juga menjadi bargaining atau daya tawar bagi H. Subandi dimata Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) untuk mendekatkan rekom sebagai Bacabup Sidoarjo jatuh ke tangannya.

“Mengingat saat ini, kekuatan elektabiltasnya tinggi serta didukung oleh parpol-parpol lain,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei yang di realese oleh 2 lembaga survei, yaitu Media Survei Indonesia (MSI) dan Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI) menempatkan nama H. Subandi di ranking tertinggi.

Begitu pula dengan nama Hj. Mimik Idayana yang memliki popularitas dan elektabilitas di urutan pertama sebagai Bacawabup pada Pilkada Sidoarjo 27 November 2024 nanti.

Situasi ini juga dibaca oleh banyak parpol dengan mengambil langkah strategis bergabung dengan koalisi besar yang digagas oleh H. Subandi-Hj. Mimik Idayana. Ada PKB, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Nasonal Demokrat (Nasdem) dan Partai Golkar.

“Nampaknya akan disusul oleh PKS (Partai Keadilan Sejahtera, red) dan parpol-parpol lain, seperti klaim Pak Bandi yang katanya sudah berkomunikasi dengan mereka,” terangnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo periode 2014-2019 itu menuturkan praktis hanya tersisa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) saja, jika klaim H. Subandi itu benar-benar terjadi.

Dimana parpol-parpol yang memilik kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, seperti Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah bergabung dalam koalisi besar.

“Itu artinya peluang pasangan calon tersisa cuma 1 pasang saja, karena jalur perseorangan atau independent juga sudah tutup,” tuturnya.

Kemungkinan ada 2 pasangan Bacabup-Bacawabup pada Pilkada Sidoarjo tahun 2024 memang masih ada, namun kemungkinan itu sangat kecil bisa terjadi karena hanya menyisakan PDI-P yang hanya memiliki 9 kursi di DPRD Sidoarjo.

“Itupun juga tergantung kepada PDI-P, mau melawan atau berkawan juga hehehe,” tambahnya.

Menurut Nanang tidak ada yang salah ketika Pilkada Sidoarjo kali ini melawan bumbung kosong, karena sudah diatur oleh regulasi. “Kita punya pengalaman. Tetangga sebelah, Kabupaten Pasuruan kemarin di era Gus Irsyad juga melawan bumbung kosong,” ucapnya.

Tapi untuk menjaga kualitas Pilkada, dan perlunya penantang yang sepadan demi tetap menjaga kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo di akhir masa jabatannya.

Untuk itu, sudah waktunya dimunculkan figur-figur yang bagus dalam kontestasi di Pilkada Sidoarjo tahun 2024 ini. Fenomena calon tunggal menjadi tanda bahaya esensi mendasar kehidupan demokrasi dalam kontestasi yang sehat dan fair untuk mendapatkan figur-figur yang mumpuni, berintegritas, dan memiliki kapabilitas yang baik sebagai pemimpin daerah.

Tanpa figur calon lebih dari satu, menjadikan pemilih apatis. Parpol juga belum memiliki sistem rekrutmen politik yang mapan dan demokratis.

“Alhasil, pencalonan dalam kandidasi politik, seperti Pilkada hanya bersifat pragmatis dan jangka pendek saja,” jelasnya.

Maka dari itu, ia berharap segera muncul figur-figur baru penantang incumbent untuk memberikan banyak pilihan bagi masyarakat dalam memilih bupati yang terbaik bagi Sidoarjo di periode mendatang.

“Lawan bumbung kosong memang menarik, tapi tidak asyik,” pungkasnya. (mams)

Related Posts

Pengajian Isra’ Mi’raj di Masjid Baitul Amin Kedanyang, KH Zainal Abidin: Jadikan Salat sebagai Solusi Problem Kehidupan

Pengajian Isra’ Mi’raj di Masjid Baitul Amin Kedanyang, KH Zainal Abidin: Jadikan Salat sebagai Solusi Problem Kehidupan

by Radar Jatim
20 Januari 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) - Panitia Peringatan...

Driver Taksi Online Meninggal Saat Hendak Antar Jamaah Umrah di Perum Citra Garden Sidokepung Buduran Sidoarjo, Ini Kronologinya

Driver Taksi Online Meninggal Saat Hendak Antar Jamaah Umrah di Perum Citra Garden Sidokepung Buduran Sidoarjo, Ini Kronologinya

by Radar Jatim
20 Januari 2026
0

SAKIT: Driver taksi online meninggal...

Bekali Siswa Hadapi Peluang Karier, SMAMIO Hadirkan Profesional dari Freeport Indonesia

Bekali Siswa Hadapi Peluang Karier, SMAMIO Hadirkan Profesional dari Freeport Indonesia

by Radar Jatim
20 Januari 2026
0

GRESIK (RadarJatim.id) -- SMA Muhammadiyah...

Load More
Next Post
Gembleng Kemampuan Bela Diri, Puluhan Siswa Tapak Suci Kebomas Ikuti Latgab

Gembleng Kemampuan Bela Diri, Puluhan Siswa Tapak Suci Kebomas Ikuti Latgab

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In