SIDOARJO (RadarJatim.id) – Bupati Sidoarjo melakukan respon cepat terhadap ambruknya ruang kelas SMP Negeri 1 Gedangan, yang langsung melakukan koordinasi dengan jajaranya, Dinas Dikbud, BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk segera membangun kembali ruang kelas tersebut.
“Bukan hanya satu ruang kelas yang ambruk. Bahkan tiga ruang kelas sebelahnya juga harus diperbaiki sekalian, dari pada nanti membahayakan para siswa. Karena kayu-kayu penyangga yang dimakan rayap itu tidak bisa dilihat dari bawah,” jelas Bupati Sidoarjo Subandi, saat Sidak ruang kelas yang roboh di SMP Negeri 1 Gedangan, pada (24/2/2026) pagi.
“Saya mohon kepada Dinas Dikbud, BPBD dan Camat Gedangan segera dikoordinasikan agar cepat dibangun kembali, dengan harapan setelah Lebaran nanti anak-anak sudah bisa menempati ruang kelas yang baik dan aman. Agar lebih cepat prosesnya bisa menggunakan anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga),” tegas Bupati Subandi.
Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano, S.Sos M.KP juga menegaskan sesuai dengan arahan dan instruksi Pak Bupati Sidoarjo tadi, kita akan melakukan kajian secara cepat hari ini. “Kemudian akan kita lakukan koordinasi dengan OPD teknis, OPD terkait segera merespon cepat memulihkan kondisi SMP Negeri 1 Gedangan,” tegasnya.
Mendapat respon cepat dari Bupati Sidoarjo dan Kepala BPBD Sidoarjo serta Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo, Kepala SMP Negeri 1 Gedangan Aris Setiawan, S.Pd M.Pd mengaku sangat senang dan bersyukur sekali atas langkah yang kongrit, langkah yang nyata dari Pak Bupati Sidoarjo.

“Saya mengucapkan terima kasih atas solusi yang sangat melegakan. Karena diwaktu dekat ini kalau tidak terselesaikan, maka, kegiatan belajar mengajar siswa akan terganggu. Apalagi kelas IX yang lagi memerlukan pembelajaran diakhir sekolahnya,” ucap Aris Setiawan.
Lanjutnya, jadi ketika 4 kelas nanti direhab yang tiga kelas akan kami alihkan ke Lab Komputer. Sedangan yang satu kelas roboh itu sudah di ruang Lab IPA. “Saya tidak ingin ada pembelajaran Daring atua online. Karena sangat tidak efektif, jadi tetap pembelajarannya di sekolah menggunakan ruang Lab IPA dan Lab Komputer,” tegas Pak Aris_sapaan akrabnya.
Menurutnya, ambruknya atap didahului jatuhnya plafon. Pihak sekolah langsung mengosongkan kelas dan memindahkan siswa IX B ke Lab IPA beberapa minggu yang lalu. “Pukul 09.00 atap ambruk, Jumat 20 Februari 2026. Untungnya proses belajar sedang libur,” jelas Pak Aris.(mad)







