SIDOARJO (RadarJatim.id) Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi Partai Gerindra, H Pratama Yudhiarto memberikan bantuan bibit padi kepada petani di Desa Jogosatru, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Bantuan bibit padi ini diberikan kepada petani sebagai bentuk kepedulian Mas Tama, panggilan akrab H Pratama Yudhiarto di sektor pertanian.
Bantuan ini mendapat sambutan positif dari para petani. Terlebih dalam bulan depan para petani di wilayah Jogosatru sudah mulai memasuki masa musim tanam padi. Ainurrofik, salah satu tokoh petani di desa tersebut mengatakan bahwa bantuan ini akan menjadi penyemangat para petani untuk terus bertani dan memaksimalkan hasil panen.
“Selaku petani, dan kelompok petani di Jogosatru, kami sampaikan terima kasih yang sebesar besarnya atas bantuan ini. Semoga bantuan yang diberikan dari Mas Tama bisa membawa manfaat,” ujar Ainurrofik.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi Partai Gerindra, H Pratama Yudhiarto dalam kesempatan itu mengatakan bahwa para petani mendapatkan bantuan masing-masing satu paket berupa 5 kg bibit padi unggul. Untuk sementara bantuan diberikan kepada 20 petani yang biasa menaman padi. Diharapkan dengan bantuan itu, para petani semakin bersemangat dan bisa menghasilkan panen padi yang meningkat.
Bantuan bibit padi ini merupakan bantuan pribadi darinya, dimana wilayah petani itu masuk di daerah pemilihannya yakni Dapil Taman dan Sukodono. Sebelum menyerahkan bantuan bibit padi, politisi muda dari Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo ini juga melakukan dialog dengan perwakilan para petani. Banyak masukan dan usulan dari petani yang disampaikan seperti mengenai distribusi air hingga masalah ongkos tenaga kerja dibidang pertanian.
Atas aspirasi yang disampaikan, Mas Tama akan menindak lanjuti dan menyampaikan ke pihak terkait. Termasuk menegaskan jika saat ini masalah pertanian menjadi prioritas yang diperhatikan di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Petani ini adalah garda utama, karena kalau tidak ada petani maka akan berdampak pada ketahanan pangan,” tegasnya.

Sedangkan mengenai bantuan benih padi yang diberikan pihaknya berharap agar kedepan panen padi pera petani bisa dimaksimal dan tidak ada lagi gagal panen. Pihaknya juga menyampaikan perlunya kegiatan tasyakuran saat hendak tanam padi maupun setelah panen padi sebagai wujud syukur agar hasil panen maksimal.
“Jangan dilupakan budaya untuk bersyukur, biasanya dulu-dulu itu kalau mau tandur (tanam padi,red) ada tasykuran, setelah panen juga tasyarakuran. Saya nanti tolong diinfokan kalau mau panen, nanti saya gelar tasyakuran bersama petani,” pungkasnya yang disambut aplus para petani. (RJ/RED)







