SURABAYA (RadarJatim.id) Komitmen kerjasama antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur melalui misi dagang inisiasi Gubernur Khofifah Indar Parawansa selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kolaborasi yang diharap bisa menjadi fondasi penguatan ekonomi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyampaikan misi dagang Khofifah sangat sesuai dengan arahan Presiden Prabowo. Langkah tersebut menjadi upaya konkret mengintegrasikan kekuatan ekonomi antardaerah dalam kerangka ketahanan pangan nasional.
“Pak Presiden sudah menyampaikan swasembada pangan dan ketahanan pangan, (misi dagang) ini tentu sangat sesuai,” kata Seno Aji.
Dia menambahkan perhatian Presiden terhadap isu pangan telah mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif menjalin sinergi lintas wilayah. Karenany, kolaborasi Jatim-Kaltim mencerminkan respons cepat terhadap kebutuhan strategis nasional.
“Saya melihat beliau (Khofifah) sangat memperhatikan arahan Pak Presiden Prabowo, kami di Kalimantan Timur juga melakukan hal itu,” ujarnya.
Lanjutnya dia menyebut sinergi antara dua provinsi ini memiliki peran krusial sebagai pintu masuk logistik dan distribusi bahan pangan ke IKN. Kaltim dan Jatim dinilai memiliki posisi geografis serta potensi produksi yang saling melengkapi dalam menopang stabilitas pangan nasional.
Program misi dagang ini, kata dia, mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengolahan hasil bumi, untuk memperkuat mata rantai pasokan pangan nasional. Khofifah dinilainya berhasil membangun kepercayaan antardaerah dalam mendorong perdagangan domestik.
“Maka kami sinergi dengan Jawa Timur ke depan sama-sama sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara,” ucapnya.
Sementara itu, Data Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2025 mencatat, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada kuartal I tahun ini mencapai 5 persen secara tahunan (yoy) atau lampaui capaian nasional sebesar 4,87 persen. (RJ1/RED)







