SURABAYA (RadarJatim.id) — Badan Pengurus Daerah Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BDP GINSI) Jawa Timur menyatakan optimistis, bahwa dampak perang Amerika-Israel dengan Iran di Timur Tengah ada Solusi. Diakui, bahwa 79-80 persen bahan baku industri di Jawa Timur sebagian masih bergantung pada impor dari beberapa negara dari Timur Tengah.
“Peran importir sangat vital untuk menjaga keberlangsungan industri nasional, khususnya di Jawa Timur. Sekarang ini, 79 sampai 80 persen bahan baku industri di Jawa Timur masih tergantung dari impor,” kata Ketua GINSI Jatim, Hana Belladina, SIKom, MIKom, saat pelantikan pengurus BPD GINSI Jawa Timur periode 2026-2031 di Hotel Sheraton Surabaya, Kamis (9/4/2026).
Di antara program prioritas, kata Bella, adalah menjaga arus barang tetap lancar dn kegiatan para importir tetap aman.
Ketua Umum DPP GINSI, Capt. Subandi, menyampaikan pesan kepada pengurus GINSI Jatim supaya menjadikan GINSI sebagai organisasi profesional dan transparan, melayani anggota dan bisa memberikan solusi problem anggota.
“Peristiwa geopolitik di Timur Tengah, GINSI harus menemukan solusinya bersama pemerintah. GINSI mampu menyelesaikan masalah dan memberi solusi,” tandas Subandi. (fai)







