• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Rabu, 21 Januari 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Hasil Audien Plt Bupati dan 16 Ponpes, 5 Hari Masuk Sekolah Ditangguhkan

by Radar Jatim
23 Juli 2024
in Pendidikan, Religi
0
Hasil Audien Plt Bupati dan 16 Ponpes, 5 Hari Masuk Sekolah Ditangguhkan

Plt Bupati Sidoarjo Subandi saat memimpin jalannya pembahasan 5 hari masuk sekolah bersama jajaranya dan perwakilan Ponpes, Ormas keaamaan

8.9k
VIEWS

SIDOARJO (RadarJatim.id) — Berdasarkan Perpres 21 tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Permendikbud 23 tahun 2017 tentang hari sekolah.

Bakal pemberlakuan 5 hari kerja atau 5 hari jam efektif untuk siswa Sekolah Menengah tingkat Pertama (SMP) untuk wilayah Sidoarjo masih ditangguhkan oleh Plt Bupati Sidoarjo Subandi, dalam koordinasi dengan 16 Pompes Sidoarjo, Kemenag Sidoarjo, Dikbud Sidoarjo, PC NU, PD Muhammadiyah, LDII serta jajaran OPD terkait Pemkab Sidoarjo, pada (22/7/2024) siang di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo.

Hasil masukan dari berbagai tokoh masyarakat tersebut, akhirnya Plt Bupati Sidoarjo  Subandi memutuskan bahwa pemberlakuan 5 hari kerja untuk siswa SMP di tangguhkan.

“Mendengar masukan dari beberapa Gus dan Kyai yang hadir, kami selaku pimpinan Kepala Daerah Sidoarjo memutuskan bahwa, jam kerja di satuan pendidikan khususnya SMP tetap 6 hari kerja,” tutup Subandi.

Adapun masukan-masukan tersebut diantaranya, Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo, Tirto Adi menyampaikan dasar dari rencana pemberlakuan 5 hari kerja. Yang menjadi dasar pemberlakuan 5 hari kerja adalah Perpres 21 tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Permendikbud 23 tahun 2017 tentang hari sekolah.

Sebelumnya teman-teman ASN sudah melakukan kajian kaitan dengan pemberlakuan tersebut dan survei, diantaranya dari Perguruan Guru Republik Indonesia (PGRI) kemudian mereka bersurat ke kami. Tembusannya ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Sekdakab dan Bupati.

“Selanjutnya kami melakukan diskusi dengan BKD, yang hasilnya, rencana pemberlakuan 5 hari kerja ini, berlaku untuk SMP dengan jam belajar 40 jam paling banyak 44 jam, istirahat dua kali, pulang pukul 14.00. Untuk SD masih 6 hari kerja, karena di SD masih ada sift satu, dua hingga tiga. “Disebagian daerah juga ada yang sudah melakukan pemberlakuan 5 hari kerja,” jelas Tirto Adi.

Rekomendasi dari Kepala Dinas Pendidikan ini belum menjadi keputusan, namun akan menjadi pertimbangan dari peserta rapat. Selanjutnya akan di putuskan oleh Plt Bupati.

Kepala Dinas Badan Kepegawaian Daerah Sidoarjo, Budi Basuki pihaknya menyampaikan kalau sudah diskusi kelompok dengan Dinas Pendidikan Sidoarjo, membahas tentang 5 hari kerja ASN Sidoarjo.

“Yang inti dari kajian dari dinas pendidikan adalah tentang kemaslahatan, ada beberapa aspek yang menjadi dasar dari pertemuan kemarin, diantaranya efisensi waktu, ekonomi dan faktor bersama keluarga. Kami melihat angka perceraian lebih banyak dari dinas pendidikan, untuk itu kami sampaikan agar disiapkan dulu sebelum rencana ini diputuskan,” katanya.

Selanjutnya, momen dilanjutkan penyampaian pandangan dari organisasi masyarakat Sidoarjo. Yang diundang antara lain, Ketua PC NU, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua DPD LDII dan 16  Pengasuh Pondok Pesantren yang ada di wilayah Sidoarjo.

Pertama yang memberi pandangan adalah ketua PB NU Sidoarjo KH Zainal Abidin, pihaknya menyampaikan bahwa pemberlakuan lima hari kerja tersebut harus di evaluasi. “Kalau misalnya anak-anak ini pulangnya pukul 14.00, di rumah masih ada kegiatan rutin ngaji di TPQ dan Diniyah, maka dari kami seyogyanya hal itu di evaluasi lebih matang lagi,” ujarnya.

Berbeda pandangan dari Ketua PD Muhammadiyah Sidoarjo, Prof Dzoul Milal, pihaknya menyampaikan kalau pemberlakuan 5 hari kerja tersebut sudah sejak lama diimplementasikan oleh sekolah Muhammadiyah di Sidoarjo.

“Muhammadiyah Sidoarjo saat ini mengelola sekitar 40 sekolahan, baik KB, TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan pemberlakuan 5 hari kerja itu sudah sejak lama diterapkan oleh sekolah Muhammadiyah, dan hasilnya tidak masalah,” sampainya.

Pernyataan Ketua Muhammadiyah, perspektifnya berbeda dengan ketua DPD LDII Sidoarjo, yang dalam hal ini di wakili oleh sekretarisnya, H. Hariman Dana Sasmita, Hariman menyampaikan kalau pemberlakuan itu belum saatnya.

“Di LDII sekolah kita masih sedikit, namun, untuk pembentukan karakter, pemuda LDII setingkat SMP/SMA tiap hari usai sholat Maghrib hingga Isyak, mereka ada kegiatan pengajian rutin, sekolah pulang jam 12 siang aja yang datang tidak lengkap, apalagi pulang jam 14.00. Mohon ini dijadikan pertimbangan pak Bupati,” ungkapnya.

Sementara salah satu undangan dari pengasuh Ponpes di Sidoarjo, menyatakan menolak pemberlakuan 5 hari ini. “Kami banyak menerima masukan pondok pesantren yang lain, bahwa belum saatnya pembelajaran itu diterapkan di Sidoarjo,” tandasnya.(mad)

Tags: 5 hariBupatimasuk sekolahPonpesradarjatim.idsidoarjo

Related Posts

Driver Taksi Online Meninggal Saat Hendak Antar Jamaah Umrah di Perum Citra Garden Sidokepung Buduran Sidoarjo, Ini Kronologinya

Driver Taksi Online Meninggal Saat Hendak Antar Jamaah Umrah di Perum Citra Garden Sidokepung Buduran Sidoarjo, Ini Kronologinya

by Radar Jatim
20 Januari 2026
0

SAKIT: Driver taksi online meninggal...

Najwa Siswi KKSB SMP PGRI 1 Buduran Jadi Duta Tari ke Malaysia

Najwa Siswi KKSB SMP PGRI 1 Buduran Jadi Duta Tari ke Malaysia

by Radar Jatim
20 Januari 2026
0

SIDOARJO (RadarJatim.id) -- Berkat berbagai...

Siswa SMP Negeri 2 Jabon Antusias Ikuti ‘Spenduja Education Expo 2026’

Siswa SMP Negeri 2 Jabon Antusias Ikuti ‘Spenduja Education Expo 2026’

by Radar Jatim
20 Januari 2026
0

SIDOARJO (RadarJatim.id) -- Upaya memfasilitasi...

Load More
Next Post
Terminal Teluk Lamong Tambah Alat RTG Crane

Terminal Teluk Lamong Tambah Alat RTG Crane

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In