• Pasang Iklan
  • Redaksi
  • Contact
Kamis, 19 Maret 2026
No Result
View All Result
e-paper
Radar Jatim
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
  • Home
  • Bisnis
  • Hukum dan Kriminal
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Contact
No Result
View All Result
Radar Jatim
No Result
View All Result
Home Artikel dan Opini

HISKI dan Penulisan Sejarah Sastra Indonesia: Dari Proyek Akademik ke Gerakan Kultural

by Radar Jatim
18 Maret 2026
in Artikel dan Opini
0
Upaya HISKI Perluas Horizon Kajian Sastra dan Budaya melalui Penerbitan

Tengsoe Tjahjono

13
VIEWS

Oleh Tengsoe Tjahjono

Penulisan sejarah sastra Indonesia bukan sekadar kegiatan dokumentatif, melainkan upaya strategis untuk merumuskan identitas kultural bangsa melalui bahasa, estetika, dan dinamika sosial yang melingkupinya. Dalam konteks inilah Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI) merancang sebuah proyek besar penulisan sejarah sastra Indonesia untuk periode riset dan penulisan tahun 2026–2027. Proyek ini tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga merupakan kelanjutan dari gerakan kultural yang telah dibangun HISKI dalam beberapa tahun terakhir.

Secara konseptual, menurut Prof Dr Novi Anoegrajekti, MHum, Ketua HISKI, sejarah sastra tidak dapat dipahami sebagai kronologi linear semata. Ia merupakan konstruksi kompleks yang mencakup setidaknya empat komponen utama.

Pertama, eksposisi tentang pengarang. Dalam hal ini, pengarang tidak dilihat sebagai individu yang terpisah dari realitas sosialnya, melainkan sebagai subjek kultural yang dibentuk oleh konteks sosiologis tertentu. Latar sosial, ideologi, jaringan intelektual, hingga posisi politik pengarang menjadi bagian penting dalam membaca karya. Di samping itu, capaian estetika dan kecenderungan aliran sastra, baik realisme, romantisisme, modernisme, hingga pascamodernisme, menjadi indikator penting dalam menilai kontribusi pengarang terhadap perkembangan sastra Indonesia.

Kedua, kajian genre sastra. Sejarah sastra harus mampu memetakan perkembangan puisi, prosa, dan drama sebagai bentuk ekspresi yang memiliki karakteristik, konvensi, dan evolusi masing-masing. Perubahan bentuk puisi dari pantun ke puisi bebas, transformasi prosa dari hikayat ke novel modern, serta dinamika drama dari tradisional ke teater kontemporer, merupakan bagian dari narasi besar yang perlu ditelusuri secara sistematis.

Ketiga, periodisasi dan konteks zaman. Periodisasi bukan hanya pembagian waktu, tetapi juga refleksi atas perubahan paradigma estetik dan ideologis dalam sastra. Setiap periode, baik Balai Pustaka, Pujangga Baru, Angkatan ’45, hingga sastra kontemporer, memiliki ciri khas yang berkaitan erat dengan situasi sosial, politik, dan budaya pada zamannya.

Keempat, keterkaitan dengan peristiwa politik, budaya, dan sastra. Sejarah sastra tidak berdiri sendiri. Ia selalu berkelindan dengan peristiwa besar, seperti kolonialisme, kemerdekaan, rezim politik, hingga globalisasi. Peristiwa-peristiwa ini tidak hanya memengaruhi tema dan gaya penulisan, tetapi juga menentukan ruang produksi, distribusi, dan legitimasi karya sastra.

Model Penulisan Kolaboratif: Tim dan Periodisasi

Dalam proyek ini, HISKI mengusung model penulisan kolaboratif berbasis tim yang bekerja per periodisasi. Setiap tim bertanggung jawab untuk mengkaji satu fase tertentu dalam sejarah sastra Indonesia dengan fokus pada tiga aspek utama: pengarang, genre, dan konteks dinamika zaman.

Pendekatan ini memungkinkan kedalaman analisis sekaligus keluasan cakupan. Dengan melibatkan berbagai pakar dari latar belakang keilmuan yang beragam, proyek ini berpotensi menghasilkan sejarah sastra yang tidak monolitik, melainkan dialogis dan multiperspektif. Hal ini penting mengingat sejarah sastra sering kali terjebak dalam kanonisasi yang sempit dan eksklusif.

Yang menarik, proyek penulisan sejarah sastra ini tidak dimulai dari nol. Ia bertumpu pada gerakan kultural HISKI yang telah berlangsung sejak 2020 hingga 2026, yang diwujudkan dalam penerbitan 15 buku. Buku-buku ini bukan hanya produk akademik, tetapi juga dokumen kultural yang merekam dinamika sastra Indonesia dalam berbagai tema dan perspektif.

Sepuluh buku referensi seperti Sastra Pariwisata, Sastra Rempah, Sastra Maritim, hingga Humaniora Digital menunjukkan perluasan horizon kajian sastra ke ranah-ranah interdisipliner. Buku-buku peringatan, seperti 100 Tahun A.A. Navis, 100 Tahun PAT, dan Seabad Setahun Asrul Sani menjadi bagian penting dalam merekonstruksi peran tokoh dalam sejarah sastra.

Dua antologi puisi, Tarian Laut: 222 Puisi Maritim dan Antologi 122 Puisi Suara-Suara Budaya, menghadirkan lanskap ekspresi puitik yang merepresentasikan keberagaman suara dan identitas budaya Indonesia. Sementara itu, tiga buku penulisan kreatif, yang melibatkan sekitar 180 penulis dari berbagai daerah seperti Banyuwangi, Jakarta, Yogyakarta, Sukabumi, Ende, dan Palangkaraya, menunjukkan, bahwa sastra bukan hanya milik pusat, tetapi juga tumbuh subur di daerah.

Dengan demikian, kelima belas buku tersebut dapat dipandang sebagai bagian dari “arsip hidup” yang akan memperkaya periodisasi dan pembacaan terhadap dinamika sastra Indonesia kontemporer.

Menuju Sejarah Sastra yang Inklusif dan Dinamis

Proyek HISKI ini pada akhirnya mengarah pada upaya membangun sejarah sastra Indonesia yang lebih inklusif, dinamis, dan kontekstual. Inklusivitas tercermin dari upaya memasukkan berbagai suara, baik dari pusat maupun daerah, dari arus utama maupun pinggiran. Dinamika tampak dalam pendekatan yang tidak statis, melainkan terbuka terhadap perubahan dan reinterpretasi. Sementara itu, kontekstualitas menegaskan bahwa sastra selalu berhubungan erat dengan realitas sosial yang melingkupinya.

Lebih jauh, proyek ini juga menjadi bentuk intervensi kultural dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk digitalisasi, globalisasi, dan perubahan pola produksi serta konsumsi sastra. Dengan mengintegrasikan hasil-hasil gerakan kultural sebelumnya, HISKI tidak hanya menulis sejarah, tetapi juga menciptakan sejarah itu sendiri.

Penulisan sejarah sastra Indonesia oleh HISKI pada periode 2026–2027 merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi intelektual dan kultural bangsa. Dengan pendekatan konseptual yang komprehensif, model kerja kolaboratif, serta dukungan gerakan kultural yang telah terbangun, proyek ini berpotensi menghasilkan karya monumental yang tidak hanya merekam masa lalu, tetapi juga membuka kemungkinan baru bagi masa depan sastra Indonesia.

Dalam konteks ini, sejarah sastra bukan lagi sekadar catatan tentang apa yang telah terjadi, melainkan ruang refleksi kritis dan imajinasi kolektif tentang apa yang sedang dan akan terus menjadi Indonesia melalui sastra. {*}

*) Tengsoe Tjahjono, Sastrawan dan dosen FIB Universitas Brawijaya Malang. Peraih Penghargaan Bidang Sastra dari Gubernur Jawa Timur (2012), Anugerah Sutasoma dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur (2017), Penghargaan 40 Tahun Berkarya dari Pemerintah melalui Badan Bahasa (2024), dan Anugerah Sabda Budaya dari FIB Universitas Brawijaya Malang sebagai Sastrawan Berdampak (2025).

Tags: Gerakan KulturalHISKIProyek AkademikSarjana KesustraanSejarah Sastra IndonesiaTengsoe Tjahjono

Related Posts

Upaya HISKI Perluas Horizon Kajian Sastra dan Budaya melalui Penerbitan

Upaya HISKI Perluas Horizon Kajian Sastra dan Budaya melalui Penerbitan

by Radar Jatim
15 Maret 2026
0

Oleh Tengsoe Tjahjono Kegiatan penerbitan...

Load More

Radar Jatim Video Update

Berita Populer

  • Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    Tangis Haru Mewarnai Suasana Penjemputan Siswa SMA Negeri 1 Wonoayu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soft Launching KM Dharma Kencana V, Fasilitas Mewah Berkapasitas 1.400 Penumpang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Doakan Keluarga Besar SMK Antartika 2 Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Semantik Puisi ‘Aku Ingin’ Karya Sapardi Djoko Damono

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus yang Tak Lagi Dihuni Intelek: Mengapa Dosen Mencari Eksistensi Diri di Luar Kampus?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Radar Jatim adalah media online Jatim yang memberikan informasi peristiwa dan berita Jawa Timur dan Surabaya terkini dan terbaru.

Kategori

  • Artikel dan Opini
  • Ekonomi Bisnis
  • Ekosistem Lingkungan
  • Esai/Kolom
  • Feature
  • Finance
  • HAM
  • Hukum dan Kriminal
  • Infrastruktur
  • Kamtibmas
  • Kemenkumham
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Literasi
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Ormas
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Pertanian
  • pinggiran
  • Politik
  • Religi
  • Sastra/Budaya
  • Sosial
  • Tekno
  • TNI
  • TNI-Polri
  • Transportasi
  • video
  • Wisata

Kami Juga Hadir Disini

© 2020 radarjatim.id
Susunan Redaksi ∣ Pedoman Media Siber ∣ Karir

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Tekno
  • Ekonomi Bisnis
  • Artikel dan Opini

© 2020radarjatim.id

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In