GRESIK (RadarJatim.id) — Suasana haru dan antusias menyelimuti halaman SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik pada Selasa (24/2/2026) pagi. Sebanyak 76 siswa diberangkatkan untuk mengikuti kegiatan Ramadan Staycation 1447 H yang dilaksanakan hingga Kamis, 26 Februari 2026, di Hotel Kusuma Agrowisata, Batu, Jawa Timur.
Sejak pagi, para siswa telah berkumpul dengan seragam rapi dan perlengkapan masing-masing. Sebelum keberangkatan, kegiatan diawali dengan registrasi, doa bersama, serta arahan dari pihak sekolah. Momen pelepasan menjadi bagian yang penuh makna, karena bukan sekadar perjalanan ke luar kota, tetapi perjalanan spiritual untuk menguatkan iman dan karakter di bulan suci Ramadan.
Ketua Panitia, Nur Izzatus Sofia, SPdI, menyampaikan, keberangkatan ini merupakan awal dari proses pembinaan yang terstruktur.
“Kami menekankan kepada siswa, bahwa perjalanan ini bukan sekadar menginap di hotel, tetapi perjalanan ibadah dan pembentukan diri. Sejak berangkat, mereka sudah belajar disiplin, tertib, dan menjaga adab,” ujarnya, menjelang keberangkatan.
Wakil Kepala Sekolah bidang ISMUBA itu menambahkan, bahwa momentum keberangkatan menjadi titik awal pembiasaan tanggung jawab dan kemandirian siswa.
“Kami ingin anak-anak merasakan, bahwa setiap langkah mereka bernilai ibadah. Dari cara berpamitan kepada orang tua, menjaga barang bawaan, hingga sikap selama perjalanan, semua adalah bagian dari pendidikan karakter. Harapan kami, sepulang dari Ramadan Staycation ini, mereka menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Al-Quran, lebih disiplin dalam ibadah, dan lebih mandiri dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, MSi, dalam sambutan pemberangkatan, mengingatkan pentingnya rasa syukur atas kesempatan tersebut.
“Kita harus bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini, karena tidak semua siswa orang tuanya mampu dan mengizinkan. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Namun ingat, apa pun kegiatan yang kita ikuti, jangan lupa tujuan hidup kita yang sesungguhnya, yaitu beribadah kepada Allah SWT sebagaimana kehendak-Nya saat menciptakan kita,” pesannya.
Keberangkatan menuju Batu berlangsung tertib dan penuh semangat. Para siswa nampak antusias menaiki bus, sebagian melambaikan tangan kepada guru dan teman-teman yang melepas. Bagi sebagian siswa, ini menjadi pengalaman pertama mengikuti kegiatan bermalam bersama sekolah di luar kota.
M. Rasya Nabil, kelas 7 Emphaty, mengungkapkan kegembiraannya. “Ikut Ramadan biar bisa ketemu teman lebih lama,” ujarnya polos sambil tersenyum.
Wildan Athallah Hilmi Dowindra Putra menyampaikan motivasinya untuk belajar mandiri. “Saya ingin belajar mengatur diri sendiri tanpa bergantung pada orang tua,” katanya.
Sementara Muhammad Elsyirazi Ariansyah, kelas 7 Care, mengaku senang, karena bisa merasakan pengalaman naik bus bersama teman-teman.
Selama tiga hari di Batu, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan ibadah, seperti sahur dan buka puasa bersama, salat berjamaah, tadarus, murajaah, kajian tematik, hingga sesi motivasi dan refleksi diri. Seluruh rangkaian dirancang agar Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi momentum pembentukan pribadi yang bertakwa, tangguh, dan berkarakter. (har)
Kontributor: Ain Nurwindasari







