GRESIK (RadarJatim.id) – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Senin, (10/11/2025). Menariknya, momentum itu dimanfaatkan untuk menyerahkan 3.022 Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Hari Pahlawan yang bertajuk “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan” itu juga diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik. Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan 3.022 Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf dalam sambutannya, saat dibacakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengatakan, para pahlawan mengajarkan, bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan, lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan.
Karena itu, ada tiga hal yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran. Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan, dan jalan perjuangan.
“Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu, bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa. Tetapi, ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” ujar Bupati Yani.
Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, yaitu setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Namun, mereka justru kembali ke rakyat, untuk mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
Ketiga, lanjut Bupati Yani, pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk memakmurkan bangsa yang mereka cintai. Slain itu, juga menjadikan perjuangan tersebut sebagai bagian dari ibadah. Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam.
“Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan. Momen ini modal besar bagi generasi saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan,” ujar Saifullah Yusuf dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Mensos Saifullah Yusuf mengatakan, saat ini perjuangan tidak lagi dengan senjata bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian dengan semangat yang tetap sama. Semangat itu, yakni membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.
“Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” tandasnya.
Di akhir sambutannya, Mensos Saifullah Yusuf, mengajak untuk bersyukur dan berjanji, bahwa kemerdekaan tidak akan sia-sia, dengan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.
“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam, dengan bekerja, bergerak dan berdampak.” pungkasnya. (sto)







