SIDOARJO (RadarJatim.id) – Hari pertama masuk sekolah pada bulan Ramadan 1447 H, dan tepat pukul 07.00 WIB Keluarga Besar SMA Negeri 3 Sidoarjo mendeklarasikan diri, berkomitmen terhadap kebersihan lingkungan, bebas dari sampah terutama sampah plastik sisa makanan dan minuman di lingkungan sekolah.
Komitmen tersebut ditandai dengan Deklarasi bersama-sama, serta diperkuat dengan tandatangan bersama-sama pula, secara simbolis diawali oleh Kepala SMA Negeri 3 Sidoarjo, Wiwik Tri Ernawati, S.Sos pada Senin (23/2/2026) pagi di Aula Jenggala SMA Negeri 3 Sidoarjo.
Prosesi tandatangan dilanjutkan oleh Waka Bidang Kesiswaan, Waka Bidang Kurikulum, Waka Bidang Humas dan Waka Bidang Sarpras serta seluruh para guru dan semua perwakilan siswa yang hadir, mulai dari kelas X, XI hingga kelas XII.
Kepala SMA Negeri 3 Sidoarjo Wiwik Tri Ernawati menuturkan deklarasi ini dilakukan sebagai komitmen kami untuk mendukung program Gubernur Jawa Timur yang telah dicanangkan beberapa hari lalu, yakni untuk mewujudkan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah).

Lanjutnya, Ibu Gubernur Jatim juga sangat berharap sekolah harus menjadi pelopor pembentukan karakter generasi peduli lingkungan. Dari sekolah kita wujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Sektor pendidikan menjadi pelopor perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten,” harapnya waktu itu.
“Makanya kita hari ini sangat mendukung program tersebut, kita sosialisasikan, kita deklarasikan bersama-sama seluruh Keluarga Besar SMA Negeri 3 Sidoarjo. Kalau kita lakukan bersama-sama Insya Alloh program Indonesia ASRI bisa terwujud,” tegas Bu Wiwik_sapaan akrabnya.
Bu Wiwik juga siap memberikan contoh dari ruangannya akan selalu bersih dari sampah plastik. Masalah sampah plastik ini memang sangat luar biasa, namun kalau kita bisa mengelola dengan baik akan bisa menghasilkan uang. “Jadi dalam pengelolaannya bukan hanya tanggungjawab petugas, tetapi tanggungjawab kita semua,” tegasnya.
“Secara bertahap di sekolah nantinya tidak ada tempat sampah, silahkan anak-anak membawa tempat minum/tumbler dan tempat makan dari rumah. Bila nanti MBG nya tidak habis bisa dibawa pulang. Apakah bisa ? ya harus kita coba,” tegas Bu Wiwik.
Waka Bidang Kesiswaan Bambang Wahyudi, M.Pd juga menambahkan, dengan adanya deklarasi ini para siswa diwajibkan untuk menggunakan tempat minum yang bisa diisi berulang kali, mengurangi penggunaan kantong plastik serta membeli produk yang ramah lingkungan.
“Disamping itu sebelumnya anak-anak juga sudah melakukan bersih lingkungan dalam kelas, sekaligus percantik taman,” jelasnya.
Usai mengikuti deklarasi Yenima, Tasya dan Keyla dari kelas XI semuanya mengaku senang dan siap berkomitmen dengan adanya deklarasi ini. Karena menurutnya sampah plastik itu memang banyak sekali, bahkan teman-teman yang nakal itu sampahnya di taruh di lorong bangku.

“Makanya dengan adanya deklarasi ini saya senang sekali, dan lagi saya sudah setiap hari membawa tumbler. Harapan kami semoga teman-teman semua juga berkomitmen,” harapnya serentak.
Hal yang sama juga diungkapkan Nasri kelas X, menurutnya deklarasi seperti ini sangat bagus sekali, sangat penting untuk menyadarkan teman-teman semua. Karena sebelumnya masih banyak teman-teman yang buang sampah sembarangan. Masih ada yang dibiarkan di kolong bangku.
“Kalau saya siap, karena sudah terbiasa membawa tumbler dan tempat makan setia hari. Saya siap dan berkomitmen hingga kelas XII, hingga lulus dan seterusnya,” katanya.(mad)







