SURABAYA (RadarJatim.id) Lonjakan dukungan di pemilih muda menjadi modal penting untuk Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subainto-Gibran Rakabuming Raka. Soliditas dukungan loyalis Presiden Joko Widodo semakin menguatkan potensi kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Peneliti Polling Institute Kennedy Muslim mengatakan Prabowo-Gibran sukses mengambil ceruk pemilih Jokowi yang sudah ada sejak Pilpres 2014 lalu. Pasangan ini juga berhasil mendapat lebih banyak dukungan dari generasi muda di Indonesia.
“Migrasi basis pendukung loyal Jokowi dan lonjakan pemilih muda dari gen Z dan milenial yang disertai makin solidnya basis pemilih partai pengusung menjadi alasan utama lonjakan elektabitas Prabowo-Gibran,” kata Kennedy.
Selain itu, Kennedy juga mengungkapkan faktor lain yang menjadi penyumbang elektoral terhadap Prabowo-Gibran. Ia menilai Prabowo-Giban dan kelompok pendukungnya sangat sukses melakukan sosialisasi di media sosial.
Menurut Kennedy, hal itu sangat efektif untuk mengalahkan dua pasangan lainnya di pertarungan tahun depan. Dengan bagusnya sosialisasi di Medsos, Prabowo-Gibran mampu meraup banyak dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, terutama anak muda.
“Efektifnya kampanye di kanal media sosial mengalahkan dua pasangan capres lainnya menjadi faktor utama semakin dominannya dukungan terhadap Prabowo dalam pilpres kali ini,” ucapnya.
Kennedy melanjutkan, serangan yang betubi-tubi terhadap Prabowo-Gibran justru malah semakin menguatkannya. Seperti kubu Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang mulai santer menyerang, justru berdampak terhadap penurunan elektabilitasnya.
Itu juga yang justru mempercepat proses migrasi pendukung Jokowi dari kubu Ganjar-Mahfud ke kubu Prabowo-Gibran. Sehingga, kekuatan pasangan capres-cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) tersebut menjadi semakin kuat dan digdaya.
“Serangan yang dilancarkan kubu lawan, justru kontraproduktif dan semakin menurunkan elektabilitas Ganjar dan mempercepat migrasi pendukung Jokowi ke kubu Prabowo,” pungkasnya.
Diketahui, dalam survei Polling institute periode 15-17 November 2023 Prabowo-Gibran mendapat elektabilitias tertinggi dengan 43,2 persen. Sedangkan di posisi kedua ada pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan 24,3 persen.
Kemudian pasangan Ganjar-Mahfud justru mengalami penurunan dan berhasil disalip oleh pasangan Anies-Muhaimin. Ganjar-Mahfud hanya mendapat elektabilitas sebesar 24,1 persen dalam hasil jajak pendapat tersebut. (RJ8/RED)







