PASURUAN (RadarJatim.id) — Gelombang aksi solidaritas Aliansi BEM Pasuruan Raya (BEMPAS) pada Kamis (26/2/2026), berakhir dengan komitmen tertulis dari institusi kepolisian dan prosesi penghormatan korban Tragedi Tual. Setelah berhasil mendesak penandatanganan Pakta Integritas di hadapan massa, mahasiswa melanjutkan aksi dengan salat ghaib di Masjid Polres dan prosesi lilin di Taman Makam Pahlawan (TMP)..
Aksi yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Koorlap) Qais Zauqi ini bermula dari keresahan atas tewasnya pelajar 14 tahun di Tual, Maluku, yang dinilai sebagai bukti kegagalan sistemik dalam tubuh Polri. Mahasiswa menegaskan, bahwa sanksi PTDH bagi pelaku bukanlah akhir dari tuntutan rasa keadilan.
Dalam tekanan massa, Kapolres Pasuruan akhirnya menandatangani Pakta Integritas & Komitmen Kerakyatan di atas meterai sebagai jaminan nyata. Poin-poin krusial dalam pakta tersebut meliputi:
Penegakan Hukum Maksimal: Menjamin transparansi proses pidana dengan jeratan Pasal 340 KUHP atau UU Perlindungan Anak hingga vonis maksimal di pengadilan umum.
Pertanggungjawaban Komando: Mendesak pencopotan atasan langsung pelaku sebagai bentuk tanggung jawab kegagalan pembinaan.
Reformasi Kultural & Sistemik: Mengakui kekerasan sebagai kegagalan sistemik dan berkomitmen mengevaluasi total sistem rekrutmen Polri untuk memberantas praktik suap.
Jaminan Ruang Aman Pasuruan: Memberikan garansi, bahwa Polres Pasuruan akan bertindak humanis dan tidak akan melakukan tindakan represif terhadap setiap gerakan mahasiswa maupun masyarakat sipil.
Pendekatan Human Rights: Menghapus budaya militeristik berlebihan dan menggantinya dengan pendekatan Human Rights Based Policing.
Setelah dokumen resmi ditandatangani, puluhan mahasiswa merapatkan barisan di halaman Mapolres Pasuruan untuk melaksanakan salat ghaib dan doa bersama. Suasana tegang berubah menjadi khidmat saat doa dipanjatkan untuk almarhum korban di Tual, sekaligus sebagai simbol duka kolektif atas luka yang dirasakan rakyat akibat kekerasan aparat.
Aksi Nyala Lilin dan Tabur Bunga di TMP
Menjelang malam, massa aksi bergeser menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Pasuruan. Di bawah temaram cahaya, mahasiswa menyalakan lilin sebagai simbol harapan agar hukum tidak lagi “gelap” dan keadilan tidak terus “tumpul ke atas”. Prosesi dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para pahlawan sebagai pengingat bagi institusi Polri bahwa tugas utama mereka adalah menjadi pelindung rakyat, bukan sumber ketakutan.
“Ini bukan sekadar kertas, ini adalah ujian nurani institusi. Jika komitmen ini dilanggar, sejarah akan mencatat bahwa institusi ini lebih memilih membela korps daripada kebenaran,” tegas M. Ubaidillah Abdi, Koordinator Aliansi BEMPAS Raya. (rj2)
Kontributor: Waizul Quroni






