SIDOARJO (RadarJatim.id) — Upaya memperluas wawasan global serta menumbuhkan sikap saling menghargai antarbudaya, SMA Negeri 1 Tarik kembali melaksanakan kegiatan Cross Culture untuk yang kedua kalinya.
Kegiatan pertama dilaksanakan pada 31 Juli 2025, sedangkan pelaksanaan kedua berlangsung pada Kamis, 23 Januari 2026, bersamadua SMA dari negara Jepang, yakni SMA Kawaghuci dan SMA Tokorozawa.
Kegiatan yang dilakukan secara virtual itu merupakan bentuk pertukaran budaya antar murid dari negara yang berbeda, yang bertujuan untuk saling mengenal budaya, kebiasaan, sistem pendidikan, serta cara berkomunikasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh sikap toleransi, keterbukaan, dan pemahaman global pada peserta didik.
Kepala SMA Negeri 1 Tarik, Muhammad Fadloli, S.Pd., M.M., mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap para murid yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan Cross Culture ini.

Menurutnya, keterlibatan aktif murid dalam kegiatan lintas negara merupakan pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membentuk karakter global peserta didik.
“Saya merasa bangga melihat antusias dan kepercayaan diri murid SMA Negeri 1 Tarik dalam berinteraksi dengan murid dari Jepang,” tuturnya.
“Kegiatan juga ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi mereka untuk terus berkembang dan bertumbuh, khususnya dalam meningkatkan kemampuan kebahasaan lintas bahasa, utamanya bahasa Jepang,” ungkapnya.
“Saya berharap kegiatan Cross Culture dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang terbuka, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat global, tanpa meninggalkan jati diri serta nilai-nilai budaya bangsa,” harap Pak Fadloli_sapaan akrabnya.
Kegiatannya diawali dengan suasana hangat melalui sesi saling berkenalan menggunakan bahasa Jepang. Para murid SMA Negeri 1 Tarik dengan penuh antusias memperkenalkan diri, demikian pula para murid dari Jepang.
Momen ini menjadi pembuka yang menyenangkan sekaligus melatih keberanian serta kemampuan komunikasi lintas budaya.
Setelah sesi perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi tentang Indonesia. Para murid SMA Negeri 1 Tarik memaparkan berbagai aspek, mulai dari kondisi geografis, profil negara, keberagaman budaya dan bahasa, hingga kehidupan masyarakat yang mencerminkan nilai kebersamaan dan toleransi.
Presentasi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan SMA Negeri 1 Tarik, meliputi lingkungan sekolah, kegiatan pembelajaran, serta berbagai aktivitas murid, termasuk kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi juga diisi dengan sesi santai dan interaktif. Dalam suasana yang asik, enjoy, dan penuh keakraban, para murid dari Indonesia dan Jepang saling bertanya jawab, berbagi cerita tentang pengalaman sekolah, hobi, hingga kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta komunikasi yang lebih dekat dan bermakna.
Dalam kegiatan Cross Culture ini, SMA Negeri 1 Tarik diwakili oleh 15 murid, yaitu Luhurka, Nasywa, Elok, Lazuardi, Akfal, Arun, Dharma, Arjun, Wilis, Hafizhah, Vanesa, Nadhin, Fachri, Michael, dan Assyam.

Kelima belas murid tersebut menunjukkan kerja sama yang solid, rasa percaya diri, serta sikap terbuka terhadap perbedaan budaya.
Para murid didampingi oleh tiga guru pembimbing, yakni Andhika Wahyu Nugraha, S.Pd Sensei, Etiek Indrawati Russisana, S.Pd Sensei, dan Miss Indah Musfiroh, S.Pd., M.Pd, yang berperan penting dalam membimbing serta memastikan kegiatan berjalan dengan lancar. Untuk memaksimalkan interaksi, peserta dibagi menjadi dua grup.
Grup pertama melaksanakan kegiatan Cross Culture bersama SMA Negeri Kawaguchi, sedangkan grup kedua berinteraksi dengan SMA Negeri Tokorozawa.
Pembagian ini membuat kegiatan lebih fokus dan efektif, sehingga setiap murid memperoleh kesempatan berinteraksi secara optimal.
Secara keseluruhan, kegiatan Cross Culture ini berjalan dengan lancar, sukses, dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta.
Selain menambah wawasan tentang budaya Jepang, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, serta menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai.
Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai langkah strategis SMA Negeri 1 Tarik dalam menjalin dan memperkuat kerja sama internasional di masa depan.(mad)







