SIDOARJO (RadarJatim.id) — Suasana ceria dan penuh warna menyelimuti lingkungan SD Al Falah Darussalam Tropodo Waru. Mereka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, seluruh murid dengan seragam putih-putih, mulai kelas 1 sampai kelas 6 tumpah ruah mengikuti kegiatan Tarhib Ramadhan yang berlangsung meriah namun tetap khidmat, pada (13/2/2026) pagi.
Paling menarik perhatian tahun ini adalah murid-murid dan guru-guru memakai sorban sambil membawa hiasan bendera bertuliskan Ramadhan Kareem, Ayo Puasa Ramadhan dan Puasa itu Sehat. Bendera itu berfungsi sebagai media mengingatkan orang-orang sebagai syiar Islam di lingkungan sekolah.
Sambil melantunkan selawat dan yel-yel penyemangat, para murid berkeliling di sekitar lingkungan sekolah sambil membentangkan poster-poster dakwah hasil karya mereka sendiri untuk menyebarkan syiar kegembiraan kepada masyarakat sekitar.
Sebagian murid membagikan bendera syiar Ramadha kepada orang-orang yang juga antusias melihat pawai. Keliling berakhir di masjid sekolah, dilanjutkan dengan Kajian Ramadhan yang interaktif.
Dalam sesi ini, para murid diajak untuk memahami makna puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan melatih kesabaran dan empati melalui kisah-kisah teladan.
Ustadzah Masudah selaku pemberi kajian, tak lupa memberikan banyak kuis (pertanyaan) lengkap dengan hadiah berupa buku kecil Juz Amma yakni berisi 30 surat Al Quran agar dapat digunakan ketika menghidupkan malam di bulan suci Ramadhan.
Selain pawai dan kajian, Tarhib Ramadhan kali ini juga diisi dengan beberapa agenda menarik yaitu tilawah bersama untuk menciptakan atmosfer religius di ruang belajar selama bulan puasa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ustad Badrul Imam, menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para siswa dan guru. “Kegiatan ini adalah gerbang awal untuk membentuk karakter religius anak didik melalui pendekatan yang menyenangkan,” katanya.
Menurutnya, Tarhib Ramadhan ini bukan sekadar seremoni jalan kaki. Kami ingin menanamkan rasa rindu terhadap bulan suci di hati anak-anak. “Melalui kreativitas seperti pembuatan bendera ini, kita mengajarkan bahwa berdakwah itu bisa dilakukan dengan cara yang kreatif dan inklusif,” ujar ustad Badrul Imam.(mad)







