SIDOARJO (RadarJatim.id) — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo dalam ajang Global Youth Summit 2026 yang berlangsung pada 26–30 Maret 2026 di Davao City Filipina.
Dalam forum internasional tersebut, para siswa sukses membawa pulang tiga penghargaan sekaligus, yaitu Juara 3, Harapan 2, dan Harapan 3, sekaligus menegaskan kemampuan mereka bersaing di tingkat global.
Dalam kompetisi yang menantang peserta untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap isu global, 10 siswa yang tergabung dalam tiga tim dari SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo tampil dengan karya unggulan di bidang lingkungan dan keberlanjutan.
Tim pertama terdiri dari Nelson Arno Priyono (9A), Obed Nauval Jevoundra Takain (9B), dan Aiko Sacca Anggatha (8C) berhasil meraih Juara 3 melalui inovasi HIFOLIA, yaitu sabun ramah lingkungan berbahan limbah minyak jelantah yang dipadukan dengan bahan alami seperti bunga sepatu dan daun cemara laut.
Inovasi ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mengusung konsep circular economy dengan mengolah bahan sisa menjadi produk bernilai guna.
Penghargaan Harapan 2 diraih oleh tim Abdul Fathir Dewantoro (8A), Atisha Btari Kanahaya (8A), Cellina Jollie One Putri Kurniawan (8B), dan Regza Satriyadhi Aribowo (7A) melalui inovasi MOIRAI Scrub. Produk ini memanfaatkan limbah organik seperti cangkang telur dan ampas tebu yang dikombinasikan dengan bahan herbal, sehingga menghasilkan produk perawatan kulit yang aman sekaligus ramah lingkungan.
Sementara itu, tim Nadine Alyssa Putri Azzahra (8B), Estralla Louise Aiyana Subekti (8B), dan Renata Duhita Larasati(8B) meraih Harapan 3 melalui inovasi EcoPure, yaitu kapsul penjernih air berbahan alami dari biji kelor dan bakteri pengurai amonia. Inovasi ini menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan kualitas air secara aman dan berkelanjutan.
Kepala SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo Dewi Masythoh, M.Pd mengaku sangat bersyukur siswa bisa meraih penghargaan tingkat internasional. “Jadi sangat membanggakan sekali,” ungkapnya pada (31/3/2026) siang.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Seluruh tim telah melalui proses panjang, mulai dari pengembangan ide, riset dan uji coba produk, hingga penyusunan karya tulis ilmiah.
Selain itu, para siswa juga berlatih presentasi dalam bahasa Inggris serta melakukan simulasi pitching untuk mematangkan penyampaian di hadapan juri internasional. “Jadi prosesnya di tingkat Internasional itu cukup berat, kerja keras, bersaing dengan sangat ketat dengan peserta dari negara-negara lain,” terang Bu Dewi_sapaan akrabnya.
Keikutsertaan dalam ajang Global Youth Summit 2026 ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa, untuk terlibat langsung dalam forum global bersama pelajar dari berbagai negara.
Mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan, berdiskusi lintas budaya, serta memahami berbagai perspektif dalam menyikapi isu-isu dunia.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi di tingkat internasional. “Kami dari pihak sekolah sangat memberikan apresiasi atas perjuangan anak-anak di tingkat Internasional,” ucapnya.
“Lebih dari itu, partisipasi ini menunjukkan bahwa siswa mampu mengambil peran sebagai generasi muda yang tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi dalam menghadirkan solusi bagi tantangan global,” tegas Bu Dewi.(mad)







