SIDOARJO (RadarJatim.id) — Gerakan Zero Waste dan pembatasan penggunaan plastik menjadi fokus utama di lingkungan pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sidoarjo menyatakan komitmennya, untuk memastikan program ini berjalan masif di seluruh tingkatan sekolah.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi serupa yang sebelumnya telah dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur beberapa hari lalu. Sebagai bentuk konkret di lapangan, aksi ini mulai merambah ke satuan pendidikan, salah satunya sekarang ini di SMA Negeri 1 Wonoayu.
Yakni ‘Deklarasi Sekolah Bersih dan Bebas Dari Sampah Plastik Melalui Program Zero Waste dan Lisa Beriman’ diperkuat dengan tanda tangan bersama, dimulai dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo-Surabaya Dr. Kiswanto, M.Pd, Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu Dr. Ririn Faridah,M.Pd dilanjutkan jajaran Forkompika Wonoayu, para wakil kepala sekolah dan seluruh siswa secara bergantian, pada (11/3/2026) pagi di halaman sekolah.
Usai tanda tangan bersama dilakukan berbagi tumbler kepada pengguna Jalan Raya Pegerngumbuk Wonoayu, dilanjutkan Launching Jingle ‘Lisa Beriman’ diakhiri dengan Seminar Bebas Sampah Plastik dengan pemateri dari Dinas LHK Kabupaten Sidoarjo di Ruang RA Kartin SMA Negeri 1 Wonoayu.
“Saya berharap Zero Waste dan (pengurangan) penggunaan plastik harus dilakukan secara masif oleh keluarga besar sekolah masing-masing. Tentunya implementasi di lapangan akan dilakukan secara bertahap, untuk mengantisipasi berbagai kendala teknis dan memastikan seluruh ekosistem sekolah siap beradaptasi,” harap Kiswanto.
Menurut Kepala SMA Negeri 1 Wonoayu, Dr. Ririn Faridah, nantinya gerakannya sesuai dengan inovasi yang telah kami launching tadi, LISA BERIMAN, yaitu Lihat Sampah Ambil, Bukti Kita Beriman.
Jadi semua anak-anak, Bapak/Ibu guru, tenaga kependidikan, semuanya berkolaborasi, komitmen jika melihat sampah langsung ambil ‘Gercep’ seperti yang sudah disampaikan Bapak Kacabdin tadi. “Siapapun tidak harus nunggu disuruh, tidak nunggu diperintah, jadi kesadaran dari diri sendiri semua untuk menjaga kebersihan, khususnya bebas dari sampah plastik,” tegas Bu Ririn_sapaan akrabnya.
“Insya Allah kami semua sudah komitmen. Jadi mulai dari alat makan, alat minum, semuanya nanti anak-anak bawa sendiri dari rumah, bahkan tadi juga berbagi tumbler untuk warga. Termasuk kantin pun nanti akan kami sosialisasi agar tidak menjual makanan dan minuman dari bahan-bahan plastik begitu juga bungkusnya,” terangnya.

“Untuk pengawasan, kami punya tim dari Adiwiyata dan Tim Taruna Bumi. Jadi mereka itu nanti yang akan berkolaborasi dengan sekolah dari perwakilan anak-anak, dari siswa yang turut menjaga lingkungan, cinta lingkungan, dan juga menjaga kebersihan sekolah,” jelas Bu Ririn.
Usai mengikuti berbagi tumbler kepada pengguna jalan, Valen dan Rere siswa kelas X mengaku siap berkomitmen untuk tidak membawa sampah plastik. Kami sudah perintahkan untuk membawa tumbler dan tempat makan dari rumah.
“Demi kebersihan lingkungan di sekolah kami siap dan berkomitmen menjalankan kewajiban tersebut,” tegas Valen dan Rere yang juga sebagai Paskibra SMA Negeri 1 Wonoayu.(mad)







