SIDOARJO (RadarJatim.id) — Secara resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo sebagai Sekolah Model IPM (Implementasi Pembelajaran Mendalam) dengan Mapel Koding dan Kecerdasan Artificial Intelligence.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor: 0010 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 12 Maret 2026.
Melalui keputusan ini, pemerintah menunjuk sejumlah satuan pendidikan di berbagai daerah, sebagai sekolah model dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam serta penguatan literasi teknologi melalui Mapel Koding dan Kecerdasan Artificial Intelligence.
Kepala SMAMDA Sidoarjo, M. Zainul Arifin, S.Kom MM menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya. Namun sebenarnya sekolah kami sudah menerapkan program tersebut beberapa bulan yang lalu.
Ia menilai penunjukan tersebut menjadi momentum bagi sekolah untuk terus memperkuat inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
“Penetapan ini menjadi amanah besar bagi kami. Smamda harus mampu menjadi rujukan praktik baik dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam Mapel Koding dan kecerdasan Artificial Intelligence,” jelasnya pada (18/3/2026) siang.
Program sekolah model ini dirancang untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Pendekatan pembelajaran mendalam mendorong siswa untuk memahami materi secara konseptual sekaligus mampu mengaitkannya dengan konteks kehidupan nyata,” jelasnya.
Dalam implementasinya, sekolah model memiliki sejumlah tugas strategis. Di antaranya membentuk tim kerja khusus untuk mengawal pelaksanaan program, mengintegrasikan konsep pembelajaran mendalam serta teknologi digital ke dalam kurikulum sekolah, serta mengembangkan berbagai proyek pembelajaran inovatif yang melibatkan peserta didik secara aktif.
Selain itu, sekolah juga didorong untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, kontekstual, dan menyenangkan. “Para guru akan tergabung dalam kelompok belajar khusus untuk memperkuat kompetensi dalam penerapan pembelajaran berbasis koding dan kecerdasan artifisial,” terang Pak Zainul_sapaan akrabnya.
Sebagai salah satu sekolah model pada jenjang SMA, SMAMDA Sidoarjo tidak hanya bertugas mengimplementasikan program di lingkungan internal sekolah. “Lebih dari itu, sekolah juga diharapkan mampu menjadi pusat rujukan praktik baik serta berbagi pengalaman kepada sekolah lain, melalui kolaborasi dengan komunitas pendidikan di wilayahnya,” pungkas Pak Zainul.(mad)







