SIDOARJO (RadarJatim.id) – Mencuatnya nama H. Subandi menjelang Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (Muscab PKB) Sidoarjo bulan depan membuat dinamika politik didalam partai berlambang bola dunia itu semakin memanas.
Beberapa berita di media online menyebutkan bahwa H. Subandi diminta oleh kyai dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Sidoarjo agar bersedia menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Sidoarjo.
Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh Sony Widato, Ketua DPAC PKB Balongbendo yang menyatakan bahwa dukungan para kyai dan DPAC PKB se-Kabupaten Sidoarjo adalah suatu kebohongan belaka, Kamis (19/3/2026).
“Hobby kok bohong! Sudah kami konfirmasi, tidak ada satupun pengurus DPAC (PKB, red) yang mengusulkannya,” katanya.
Menurut Sony bahwa selama kepemimpinan Subandi sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo, perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo mengalami penurunan dari 16 kursi menjadi 15 kursi.
“Hanya kebohongan-kebohongan yang diucapkannya. Mulai dari klaim membesarkan partai (PKB, red), padahal prestasinya menurunkan jumlah kursi. Berbohong ke awak media bahwasanya akan menegur Sekda (Sekretaris Daerah, red) scara lisan, karena Bukber ala Bollywood. Padahal dia ikut diacara tersebut,” terangnya.
Ia merasa yakin bahwa tidak ada satupun pengurus DPAC PKB yang menginginkan Subandi kembali memimpin DPC PKB Sidoarjo karena telah mengkhianati dan menghina partai, serta pimpinan partai yang telah membesarkannya.
“Kami para pimpinan DPAC (PKB, red) tidak akan mengharapkan seorang pengkhianat partai, untuk kembali memimpin partai yang telah dikhianatinya. DPAC saja tidak mungkin, apalagi para kyai,” tegasnya.
Jika ada pihak-pihak yang memaksakan Subandi memimpin kembali DPC PKB Sidoarjo. Dirinya bersama DPAC PKB lainnya akan menyeret jajaran pengurus DPC PKB Sidoarjo, termasuk Subandi ke meja hijau.
Ada dugaan yang sangat kuat bahwa Bantuan Politik (Banpol) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tahun 2021-2024 tidak dipergunakan untuk kepentingan DPC PKB Sidoarjo.
“Kami akan minta ke Ketua DPC (PKB Sidoarjo, red) untuk memberikan dokumen LPj (Laporan Pertanggungjawaban, red) Banpol 2021-2024 agar kami bisa pelajari terlebih dahulu sebelum Muscab bulan depan. Kami akan buktikan dugaan korupsi yang dilakukan oleh Ketua DPC saat itu. Bila dugaan tersebut terbukti, maka kami akan membawanya ke meja hijau,” tegas Sony. (mams)






